• Minggu, 5 Februari 2023

Mantan Anggota Komite Etik FIFA: Sejak Kapan Lembaga Survei Politik Tertarik pada Sepakbola?

- Selasa, 15 November 2022 | 20:37 WIB

Mantan anggota Komite Etik FIFA Dali Tahir mengaku kaget dengan manuver sebuah lembaga survei yang tiba-tiba tertarik dengan isu sepakbola.

" _Bagai Petir di Siang Bolong Ingat pepatah lama yang seperti itu?_ Ya, begitu perasaan saya ketika tiba-tiba ada Lembaga Survey Indikator Politik membuat survey tentang sepakbola. Jujur, sepanjang karier saya sebagai mantan praktisi dan pengurus sepakbola, 40 tahun, belum sekali pun ada hal semacam ini," kata Dali Tahir, Selasa (15/11).

"Apalagi, isi surveynya terkait dengan tragedi Kanjuruhan dan yang 'dicecar' adalah posisi Ketum dan Komite eksekutif PSSI. _Sebanyak 60,2% responden setuju Ketum PSSI Mochamad Iriawan beserta jajarannya mengundurkan diri dari kepengurusan sebagai bentuk pertanggungjawaban moral._ Begitu judulnya yang membuat saya tersenyum," katanya. 

"Maaf...., kok sama ya dengan keinginan kelompok tertentu? Apalagi, saat ini hasil rekomendasi TGIPF dan Komnas ham mulai redam gaungnya. Kok, seperti ingin dibangunkan? " _Buat mereka yang ingin menjadi Ketum dan esko PSSI, sabaaar ya. Ada waktunya kok_ , " itu yang dikatakan Mochamad Iriawan alias Iwan Bule, Ketum PSSI melalui video sejak dua pekan lalu," ujar mantan Exco AFF ini.

Dali mengatakan, FIFA sendiri sudah menjawab permohonan PSSI untuk KLB. Namun, menurut dia, surat yang dijawab bukan oleh sekjen dan juga bukan dari Markas FIFA, Swiss menimbulkan pertanyaan. Selain itu, waktunya juga seperti bertentangan dengan statuta FIFA sendiri.

"Jadi, saya merasa lucu saja dengan tokoh lembaga survey itu. Jangan-jangan, maaf ya, dia pun tak tahu bahwa sepakbola punya aturan. Sekali lagi maaf lho," kata Dali.

"Menurut pendapat saya sebagai orang yang pernah duduk di exco AFC dan Komite Etik di FIFA, hal semacam ini belum pernah terjadi di mana pun. Bahkan ketika Sepp Blatter (mantan Presiden FIFA) dan Hammam (mantan Presiden AFC) ada masalah.

"Saya tidak ingin _suudzon_ (berprasangka buruk) tapi, surveynya kok sama ya? Sekali lagi, saya ingin berprasangka baik, hanya kaget, kok ya seirama," ujar Dali.

"Kok lembaga survey tidak tertarik membuat survey tentang tragedi Gagal Ginjal. Korbannya anak-anak tak berdosa lho. Jumlahnya juga lebih banyak. Kok ini sama seperti yang dilakukan oleh lembaga-lembaga survey di pilkot, pilbub, pilgub, dan pilpres," kata pendiri Galatama ini menambahkan.

Halaman:

Editor: Eko Yulianto

Tags

Terkini

Ini Target LaNyalla Mattalitti untuk Timnas Indonesia

Selasa, 31 Januari 2023 | 18:15 WIB

Tujuh Jurus LaNyalla Perbaiki Sepak Bola Indonesia

Kamis, 26 Januari 2023 | 20:47 WIB

Ini Janji Maya Damayanti Untuk Sepakbola Indonesia

Rabu, 18 Januari 2023 | 15:14 WIB
X