• Sabtu, 28 Mei 2022

Masih Ada Benang Kusut Jelang Kongres Luar Biasa Asprov PSSI DKI Jakarta

- Jumat, 13 Mei 2022 | 19:29 WIB
Voters Asprov PSSI DKI Jakarta. (sport.detik.com)
Voters Asprov PSSI DKI Jakarta. (sport.detik.com)


MENJELANG penyelenggaraan Kongres Luar Biasa Asosiasi Provinsi (Asprov) PSSI DKI Jakarta 3 Juni, sepertinya masih ada benang kusut yang perlu dibereskan. Salah satunya adalah pemecatan Sekjen Ahrki Gusmark Luntungan per 10 Mei 2022.

Tidak dijelaskan kesalahan Ahrki sehingga terjadi pencopotan jabatan, sementara ketua incumbent Asprov PSSI DKI Jakarta, Uden Kusuma Wijaya, juga tengah berada di Vietnam karena bertugas sebagai manajer Timnas Indonesia U-23.

Sejumlah pihak menduga pencopotan Ahrki jadi bagian dari upaya pengurus Asprov PSSI DKI Jakarta mempertahankan status quo setelah tak ada kejelasan kapan KLB digelar sementara masa kepengurusan berakhir sejak Februari 2022.

Pemberhentian Sekjen pun berbuntut, sebab Asprov belum menunjuk pelaksana tugas Sekjen, sementara Uden yang mengusulkan sekaligus meneken pemberhentian Sekjen, justru tengah berada di SEA Games Vietnam.

Setelah Ahrki diberhentikan, ironisnya, anggota KP (Komite Pemilihan) Agung Nugroho dan Anggota KBP (Komite Banding Pemilihan) Heriansyah juga ikut mundur. Ada dugaan, hal ini juga terkait dari strategi Asprov mengulur waktu KLB demi mendorong tokoh lama tetap memimpin Asprov DKI.

"Semoga bukan itu. Isu terkuat, LPJ bermasalah. Voters mempertanyakan, ada apa di balik semua ini? Yang pasti, klub-klub di DKI membutuhkan penyegaran kepengurusan, yang gagal membawa DKI sekadar lolos ke PON, dan tidak mengayomi mayoritas klub," ujar Taufik Jursal Effendi, CEO Persija Barat, dilansir sport.detik.com.

Posisi Sekjen itu vital. Sesuai Kode Pemilihan PSSI 2019 (terbaru), Sekjen harus mendampingi tugas KP (Komite Pemilihan) dan KBP (Komite Banding Pemilihan) yang dipilih pada kongres Asprov DKI di Hotel Peninsula, Jakarta, pada 29 April.

Kongres di Peninsula itu digelar atas desakan klub-klub di Jakarta, guna menyikapi kepengurusan Asprov yang sudah kadaluwarsa sejak Februari lalu.

Klub-klub pemilik suara juga mendesak kepengurusan Uden membuat Kongres untuk memilih kepengurusan baru, lengkap dengan Laporan Pertanggungjawaban (LPJ).

Mereka bahkan beberapa kali menghadap sekjen PSSI Yunus Nusi, hingga akhirnya turunlah rekomendasi KLB pada 3 Juni. Artinya, Asprov diberi waktu 12 pekan untuk membentuk kepengurusan periode 2022-2026.

Halaman:

Editor: Aba Mardjani

Tags

Terkini

X