• Senin, 6 Februari 2023

Setelah 42 Tahun Mengabdi, Christian Hadinata Mengaku Tak Mau Mundur dari PB Djarum

- Kamis, 1 Desember 2022 | 12:36 WIB
Kekeluargaan di PB Djarum tiada duanya.
Kekeluargaan di PB Djarum tiada duanya.


“BUKAN mundur ya… tapi memang sudah waktunya pensiun,” kata Christian Hadinata, biasa dipanggil Koh Chris saat menyatakan dirinya terpaksa ‘menjauh’ dari hiruk pikuk pembinaan pemain di klub bulutangkis elite PB Djarum.

Terhitung sudah 42 tahun lamanya Koh Chris, sang Begawan bulutangkis Indonesia, mencurahkan waktu, tenaga, dan pikirannya di PB Djarum. Karena itu, ia tak ingin menyebut kata ‘mengundurkan diri’ dari bulutangkis khususnya PB Djarum. Ia lebih suka kata pensiun.

Bulutangkis takkan pernah hilang dari dirinya. Bulutangkis adalah darah daging dan napasnya.

Tepat setelah Kejuaraan Dunia 1980 di Jakarta, Koh Chris bergabung dengan klub yang besar di kota Kudus, Jawa Tengah itu  Dengan rentang waktu yang demikian panjang, ia merasa akan ada sesuatu yang hilang dari dirinya.

Koh Chris senang jika ada atlet PB Djarum berprestasi.

“Ada rasa sedih. Ada sesuatu yang hilang dari saya,” ujarnya. “Betah banget di Djarum. Hubungan kekeluargaanya itu yang bakal bikin saya kangen. Bukan cuma di PB Djarum aja, tapi di Djarum Foundation juga. Walau tetap ada perbedaan, tetapi rasa kekeluargaanya begitu tinggi,” kenangnya.

Selama berkarier di dunia bulutangkis, berbagai gelar sudah ia raih. Gelar yang paling fenomenal adalah saat ia menjadi juara All England pada 1972 berpasangan dengan Ade Chandra. Saat datang ke Wembley Arena, London, Inggis, keduanya dipandang sebelah mata.

 “Main pertama kali di All England sama Ade Chandra. Satu-satunya pasangan ganda putra yang berangkat ke All England,” tuturnya. “Berangkat dengan biaya dari para donatur, dipandang sebelah mata, tetapi malah bisa jadi juara,” sambungnya.

Momen lain yang tidak bisa ia lupakan adalah saat perhelatan Kejuaran Dunia di Jakarta pada 1980. Christian mampu meraih dua gelar sekaligus. “Waktu itu juara di ganda putra bersama Ade Chandra dan ganda campuran sama Imelda Wiguna,” katanya.

Lepas dari menjadi atlet, Koh Chris terjun sebagai pelatih. Baginya, menjadi kebanggaan tersendiri melihat anak didiknya muncul sebagai juara. “Bangga banget kalo liat anak-anak ada yang jadi juara, apalagi dari kejuaraan besar seperti All England, Kejuaraan Dunia, Asian Games, apalagi Olimpiade,” ucapnya.

Christian Hadinata dan para legend.

Rabu (30/11), Koh Chris sudah hampir mendapatkan gelar purnawirawan. Di depan rekan sejawatnya seperti Rudy Hartono, Tan Joe Hok dan para mantan juara Indonesia macam Susy Susanti, Alan Budi Kusuma, Hariyanto Arbi, Liliyana Natsir, Tontowi Ahmad, dan lainnya, Koh Chris menghabiskan sisa Masa Persiapan Pensiun yang akan berakhir dalam hitungan hari.

Halaman:

Editor: Aba Mardjani

Tags

Terkini

X