SWISS OPEN| Indonesia Ternyata Cuma Koleksi 3 Gelar Sepanjang 10 Tahun Terakhir

- Senin, 27 Maret 2023 | 04:21 WIB
Apriyani Rahayu/Siti Fadia Silva Ramadhanti.
Apriyani Rahayu/Siti Fadia Silva Ramadhanti.


TURNAMEN bulutangkis dunia Swiss Open yang digelar semenjak tahun 1955, ternyata tak terlalu bersahabat bagi wakil-wakil Indonesia. Terbukti, dalam 10 tahun event terakhir semenjak 2013, Indonesia tercatat baru mengoleksi 3 gelar dari kemungkinan 50 gelar yang bisa diperoleh.

Yang pertama ganda putra Fajar Alfian/Muhammad Rian Ardianto. Pasangan ganda putra Indonesia ini menjadi juara pada 2019. Di final, Fajri, sebutan untuk pasangan ini, mengalahkan pasangan Cina Taipei, Lee Yang/Wang Chi-lin 21-19, 21-16.

Setelah itu, Swiss Open 2020 batal digelar karena Covid19. Indonesia juga tak membawa pulang gelar pada perhelatan 2021.

Pada 2022, Indonesia beruntung bisa menggondol 2 gelar melalui tunggal putra Jonatan Christie dan Fajar Alfian/Muhammad Rian Ardianto.

Jonatan mengalahkan pemain India Prannoy HS 21-12, 21-18. Di ganda putra, Fajar/Rian mengalahkan Goh Sze Fei/Nur Izzzuddin dari Malaysia, 21-18, 21-19.

Itulah tiga gelar yang disabet Indonesia dalam 10 tahun terakhir Swiss Open.

SWISS OPEN 2023

Di Swiss Open 2023 yang masuk kategori World Tour 300, Indonesia menurunkan Chico Aura Dwi Wardoyo dan Shesar Hiren Rhustavito di tunggal putra. Namun, keduanya kandas di babak pertama.

Di tunggal putri Indonesia mengutus Gregoria Mariska Tunjung dan Putri Kusuma Wardani. Gregoria mampu melangkah hingga ke semifinal namun kalah dari Pornpawee Chochuwong yang kemudian jadi juara.

Putri Kusuma Wardani sempat membuat kejutan ketika ia mengalahkan juara bertahan Pusarla V Sindhu dari India namun di perempat final kalah dari Pornpawee Chochuwong.

Di ganda putra ada juara All England 2022 Muhammad Shohibul Fikri/Bagas Maulana, Leo Rolly Carnando/Daniel Marthin, dan Pramudya Kusumawardana/Yeremia Rambitan.

Fikri/Bagas kandas di perempat final, kalah 3 game dari Ong Yew Sin/Teo Ee Yi asal Malaysia. Pramudya/Yeremia gagal di babak pertama, demikian juga Leo/Daniel.

Di ganda putri, Apriyani Rahayu/Siti Fadia Silva Ramadhanti kandas di semifinal, kalah 17-21, 10-16 dari Yuki Fukushi/Sayaka Hirota. Apri/Fadia mundur di game kedua karena Apri cedera bahu.

Febriana Dwiwipuji Kusuma/Amalia Cahaya Pratiwi kandas di babak kedua, kalah 3 game dari Rena Miyura/Ayako Sakuramoto.

Lalu, di ganda campuran, tiga pasangan Indonesia sama-sama kandas di babak pertama, Praveen Jordan/Melati Daeva Octavianto dan Zachariah/Sumanti/Hediana Julimarbela.

Halaman:

Editor: Aba Mardjani

Tags

Terkini

X