15 October 2021 23:29 WIB
Oleh : aba

PON Tersulit yang Pernah Digelar di Indonesia, Ditutup Wapres Ma’ruf Amin

PEKAN Olahraga Nasional (PON) XX Tahun 2021 di Papua resmi ditutup oleh Wakil Presiden KH.Ma’ruf Amin, Jumat (15/10). Kemeriahan dan kejutan terus muncul pada Closing Ceremony yang diselenggarakan di Stadion Utama Lukas Enembe.

Para kontingen dan ofisial PON XX masuk ke tengah arena stadion untuk hadiri Closing Ceremony. Bendera seluruh kontingen menyusul masuk ke tengah stadion kebanggaan masyarakat Papua.

Setelah itu, Gubernur Lukas Enembe memberikan sambutan sebagai kepala daerah dan juga Ketua Panitia Besar PON XX.

“Bagi para peraih medali baik emas, perak maupun perunggu, saya sampaikan selamat,” ujar Lukas Enembe. “Bagi atlet yang belum menang, ingatlah bahwa kegagalan adalah awal keberhasilan,” tambahnya. “Kalian semua luar biasa.”

Sang Gubernur berharap kenangan indah akan dibawa oleh seluruh anggota kontingen ke daerahnya masing-masing.

“Atas nama Bapak Presiden dan saya sendiri sebagai Wakil Presiden, beserta jajaran pemerintah menyampaikan selamat dan apresiasi setinggi-tingginya kepada pemerintah daerah dan masyarakat Papua atas penyelenggaraan PON XX yang sukses,” sebut Wapres Ma’ruf Amin.

Pujian juga diberikan kepada PON XX yang dapat digelar di masa pandemi Covid-19. “Bagi saya ini merupakan PON tersulit yang pernah diselenggarakan. Tapi ternyata warga Papua berhasil menyelenggarakannya dengan sempurna, ini seperti semboyan Torang Bisa,” tambah Ma’ruf.

Ma’ruf akhirnya menutup PON XX di ujung pidatonya. Setelah Sang Wakil Presiden menutup PON XX, bendera PON yang berlambang Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) diturunkan dengan diiringi lagu Padamu Negeri.

Bendera kebanggaan masyarakat olahraga prestasi tersebut diturunkan bertepatan pada Hari Ulang Tahun (HUT) KONI yang ke-83.

Setelah penurunan bendera, Gubernur Papua Lukas Enembe menyerahkan bendera PON kepada Ketua Umum KONI Pusat Letjen TNI Purn Marciano Norman. Selanjutnya, Ketua Umum KONI Pusat menyerahkan bendera PON kepada kepala daerah tuan rumah berikutnya, Aceh dan Sumatera Utara.

Sekretaris Daerah Aceh, Dr.Taqwallah, dan Gubernur Sumatera Utara Letjen TNI Purn Edy Rahmayadi menerima bendera dari Ketua Umum KONI Pusat. Aceh-Sumatera Utara akan menjadi tuan rumah PON XXI Tahun 2024, kali pertama PON diselenggarakan di dua provinsi dalam sejarah Indonesia.

Setelah rangkaian upacara penutupan, giliran rangkaian hiburan yang ditampilkan. Malam yang indah, sesuai lagu yang dinyanyikan Iwa K. menutup PON XX dengan kenangan manis, sekaligus merayakan HUT KONI ke-83.

Sementara itu, Media Center Jakarta yang dihelat di Café Gelatik Gedung JCC Senayan untuk ikut menyemarakkan PON Papua, juga ditutup. Gugun Guandi, Wakabid Organisasi KONI Pusat, menyambaikan rasa terima kasihnya kepada seluruh anggota yang terlibat, termasuk para wartawan di bawah bendera PWI.

Berita Terkait