14 October 2021 15:56 WIB
Oleh : eko

(Piala Thomas dan Uber 2020)  Menikmati Permainan, Kunci Kemenangan Lawan Chinese Taipei

TIM bulutangkis beregu putra Indonesia akhirnya tampil sebagai juara Grup A perebutan Piala Thomas 2020. Kemenangan 3-2 atas Chinese Taipei, mengantarkan skuat Merah-Putih menyapu bersih tiga laga. Sebelumnya Indonesia menang 5-0 atas Aljazair dan 3-2 atas Thailand.

Ketika menghadapi Thailand, sektor ganda sukses menyumbangkan dua angka. Namun ketika menjamu Chinese Taipei, sektor ini belum berhasil menyumbangkan poin.

Sebaliknya, sektor dua tunggal pertama yang gagal menyumbang poin saat bertemu Thailand, tampil gemilang dengan keberhasilan Anthony Sinisuka Ginting dan Jonatan Christie memenangi laga melawan Chinese Taipei.

Pemain tunggal ketiga, Shesar Hiren Rhustavito justru tampil konsisten. Dia bisa terus memenangi laga krusial, baik saat bersua Thailand maupun jumpa Chinese Taipei.

Menurut pelatih tunggal putra Irwansyah, tiga anak buahnya, Ginting, Jojo, dan Vito bermain bagus saat menghadapi Chinese Taipei. Bersama kepala pelatih tunggal putra Hendry Saputra Ho, dirinya selalu ingin agar para pemain bermain lebih tenang dan menikmati pertandingan.

"Kuncinya, ketiga pemain tunggal bisa menikmati permainan. Dampaknya, seluruh permainan bisa keluar semua. Ketika membuat kesalahan dan ketinggalan angka pun, mereka tetap tenang dan akhirnya bisa bangkit untuk menambah angka," ujar Irwansyah kepada Tim Humas dan Media PP PBSI di Hotel Scandic, Aarhus.

Selain itu juga karena trio pemain itu memiliki semangat tinggi. Mereka tampil all out dan pantang menyerah di lapangan. Mereka ingin mempersembahkan hasil terbaik setiap bertarung.

"Mereka bermain all out. Semangat tempurnya tinggi. Ini nilai positif yang harus dijaga," tambah Irwansyah.

"Nasib Indonesia ada di pundak saya. Makanya saya selalu berjuang all out agar Indonesia menang. Saya pun tidak mau kalah begitu saja. Saya fokus ke permainan saya sendiri dan tidak mau mengikuti pola lawan," kata Vito, sapaan Shesar Hiren Rhustavito.

Kabid Binpres PP PBSI Rionny Mainaky pun mengaku lega dan puas dengan performa para pemain. Terutama pemain tunggal pertama dan kedua yang kalah melawan Thailand, kemudian bisa tampil optimal dan menang melawan Chinese Taipei.

"Selamat kita menang. Yang kemarin kalah, kini malah bisa bermain bagus lagi dan bisa menang. Setelah kemenangan ini mohon dijaga makan dan istirahatnya, juga latihannya agar kita siap untuk bertarung mati-matian di perempatfinal," kata Rionny.

Sementara menurut kepala pelatih ganda putra Herry Iman Pierngadi, kendati gagal menyumbangkan angka saat melawan Chinese Taipei, anak didiknya telah bermain optimal.

Fajar Alfian/Rian Ardianto mampu memberikan perlawanan sengit kepada peraih emas Olimpiade Tokyo, Lee Yang/Wang Chi Lin. "Lawan juga kesulitan lawan Fajar/Rian. Mereka berani bertarung di depan pasangan juara Olimpiade yang belum terkalahkan dan bisa mencuri satu gim. Fajar/Rian tampil oke meski kalah," sebut Herry.

Menyangkut performa ganda racikan anyar, Mohammad Ahsan/Daniel Marthin, Herry juga memuji performa Daniel. "Sebagai debutan dan pertama kali berpasangan dengan Ahsan di kejuaraan besar, penampilan Danial bagus. Bahkan lawan pun memuji penampilan Daniel yang tampil solid bareng Ahsan," tutur Herry. 

Berita Terkait