06 October 2021 13:25 WIB
Oleh : aba

Oto Wantik Persembahkan Emas Binaraga untuk Papua

NAMA Oto Gideon Wantik masih terbilang baru dalam kontingen Papua, meskipun ia putra asli Wamena, Papua. Oto lama meninggalkan kampung halamannya dan merantau di Kalimantan)selama 15 tahun.

Menariknya, Oto bahkan mengaku belum pernah melihat Kota Jayapura hingga 2019 saat bergabung kali pertama dengan kontingen Papua.

Oto tertarik menggeluti binaraga sejak 2004, ketika berada di Kalimantan Timur, melanjutkan pendidikannya di perguruan tinggi theologia.

Pria kelahiran Wamena, 3 Oktober 1985 itu tak pernah menduga kalau akan menjadi seorang atlet yang tampil di depan orang banyak. Sebelumnya, ia hanya bererolahraga di Gym untuk menjaga kebugaran.

Tahun 2005, Oto mengikuti kejuaraan pertamanya di Jawa Timur sebagai binaragawan. Di event itu, ia finis di posisi keempat. Lalu pada 2006 dan 2007 ia mengikuti kejuaraan daerah di Kalimantan Timur dengan hasil posisi 3 dan juara  di kelas 60 kg.

Pekan Olahraga Nasional (PON) XVIII Riau 2012 menjadi PON pertamanya membela Kalimantan Timur. Di debutnya itu, Oto menempati urutan ketiga atau hanya mendapatkan medali perunggu. Prestasi tertinggi akhirnya ia capai pada 2016. Saat mengikuti Pra PON Jawa Barat, Oto  berhasil menempati peringkat pertama.

Di PON Jabar itu, Oto sebenarnya hanya finis di peringkat ketiga, tapi akhirnya medali emas menjadi miliknya, setelah peringkat pertama dan kedua terjerat kasus doping.

"Waktu itu saya minta maaf kepada Tuhan karena ekspektasi saya terlalu tinggi. Tapi Tuhan begitu baik memberikan saya medali emas saat itu dengan cara yang tidak terduga," kenangnya.

Setelah 15 tahun merantau di Kalimantan Timur, Oto akhirnya memutuskan kembali ke tanah leluhurnya, Papua. Meski ia adalah peraih emas di PON sebelumnya, namun Oto tetap mengikuti seleksi untuk bisa menembus skuad binaraga Papua di PON XX.

"Saya memutuskan bergabung ke Papua karena saya asli Papua dan punya kerinduan, dan saya merasa bangga kalau bisa bawa nama Papua di rumah sendiri, dan waktu ikut PON di Jawa Barat saya sudah berdoa untuk bergabung ke Papua," ucapnya.

Tekad kuat dari Oto untuk mempersembahkan medali emas bagi tanah leluhurnya terbayarkan. Oto menyumbangkan 1 dari 3 medali emas Papua yang diperebutkan dalam 7 nomor pertandingan binaraga PON XX di Auditorium Universitas Cenderawasih (Uncen), 4 Oktober 2021.

"Segala puji hormat kepada Tuhan, tentunya ini tidak mudah bagi saya, yang pertama untuk kemuliaan Tuhan, yang kedua medali emas ini untuk hadiah ulang tahun saya. Saya putra Papua, anak koteka bisa membuktikan bahwa kitorang bisa bersama Tuhan, memberikan yang terbaik bagi tanah leluhur kita," kata Oto.

Sumber: ponxx2021papua.com

 

Berita Terkait