13 September 2021 10:52 WIB
Oleh : eko

H.Asep Bahrudin Kerja Keras Membesarkan Bodisa 

SOSOK Haji Asep Bahrudin mungkin belum setenar tokoh-tokoh otomotif lainnya di negeri ini. Kendati demikian, kerja kerasnya dalam membesarkan Bodisa layak dikagumi, patut dicontoh.

Tidak mengherankan jika kelak, ke depannya, namanya dan juga nama Bodisa akan jauh lebih terkenal. Tak sekadar sebagai sebuah event-organizer (EO) atau penyelenggara berbagai kegiatan otomotif yang piawai bermain di “pinggiran”. 

Bodisa baru saja sukses mementaskan kompetisi balap motor (drag bike) dan balap mobil jarak pendek (drag race) di Sirkuit Cicangkal, desa Rumpin, Bogor, pada Sabtu dan Minggu, 11-12 September 2021. Bekas landasan udara TNI AU itu dijadikan ajang balap motor dan mobil resmi oleh  H.Asep Bahrudin melalui Bodisa. Itu sudah rutin dilakukan selama beberapa tahun di belakang. Maka, setiap ada event balap motor dan mobil Bodisa, roda perekonomian juga berputar. Warga setempat memanfaatkannya dengan maksimal. Para pedagang kecil, dari penjual minuman dan makanan, “tumplek blek” di sana. 

Dia juga mampu menciptakan sinergi yang baik dengan berbagai pihak, dengan melibatkan keikutsertaan masyarakat setempat, unsur keamanan, kepolisian, dan juga kerja sama dengan Palang Merah Indonesia (PMI) Tangsel untuk membuat kawasan tersebut steril, aman dan nyaman, melalui penyemprotan desinfektan Covid-19. 

“Sampai  ketemu lagi di akhir bulan Oktober,” ungkap Pak Haji—sapaan akrabnya, Senin (13/9/2021) pagi. 
“Untuk sisa kegiatan tahun 2021 ini, Insya Allah, akhir bulan Oktober dan pertengahan Desember,” jelasnya. 

Dia bersemangat menceritakan sejarah keberadaan Bodisa. Bodisa, ceritanya, berdiri menjelang akhir tahun. “Pas krisis moneter (krismon). Saya dirumahkan (PHK) dari Humpuss Trading. Saya buka bengkel motor, namanya ND, singkatan dari nama anak saya, Nurul Dara,” paparnya. 

Lalu, “Ada teman yang mengusulkan nama Bodisa, akronim dari bodi segala bisa, hehehe,” katanya. 

Tahun 2004 hingga 2008, dia berada di Mekah, Arab Saudi, bekerja di Al Ayuni Trading Company. Dari bekal yang dibawanya, setelah diskusi dengan keluarga dan para sahabatnya, di mendirikan Bodisa, sebagai event-organizer otomotif.  

Event otomotif pertama yang diselenggarakan oleh Bodisa, tahun 2012, di Sunburst, BSD City. Sukses. Setelah itu, lancar jaya. Puluhan event sudah dihelat. “Alhamdulillah, semua berkat dukungan keluarga, para sahabat dan banyak pihak yang turut men-support juga,” ujar H.Asep Bahrudin, yang menikah muda (1994) dan kini dikaruniai tujuh anak dengan empat cucu. 

“Insya Allah cucu saya sebentar lagi lima,” kata lelaki campuran Betawi-Cililin (Jabar) yang tahun depan tepat 50 tahun usianya itu. 

“Bodisa ini isinya semua keluarga, dari anak, menantu hingga keponakan,” tutur Ketua Pengcab IMI Tangsel itu, bangga. Akhir September ini dia terbang ke Merauke, Papua, guna menyaksikan salah satu pembalap binaanya, Rere, berkompetisi di pentas road-race PON XX Papua. 

H.Asep Bahrudin mengaku tidak punya keinginan atau ambisi yang muluk-muluk. Bodisa bisa survive, dan makin kondang, tentu sudah sangat membanggakannya. 

Maju terus, Bodisa, siapa tahu nanti bisa seperti Trendypromo Mandira, EO otomotif terkemuka yang didirikan oleh alm.Helmy Sungkar.

Berita Terkait