14 June 2021 18:27 WIB
Oleh : aba

Timothy Bradley: ‘Tangan Kiri Pacquiao Itu Monster’

Timothy Bradley (kiri) & Manny Pacquiao.

TIMOTHY Bradley, petinju yang dua kali kalah dari Manny Pacquiao yakin ada alasan tertentu dari kegilaan Pacquiao memilih Errol Spence Jr, juara kelas welter WBC dan IBF, sebagai lawan.

Pacquiao (62-7-2, 39 KO), 42 tahun, akan beradu dengan Spence Jr (27-0-0, 21 KO), 31 tahun, pada 21 Agustus di Las Vegas.

Bradley yang total kalah 1-2 dalam trilogi dengan Pacquiao dalam 4 tahun, mundur dari ring tinju pada 2016. Pacquiao, juara di 8 kelas berbeda, masih bertahan.

“Pacquiao adalah tipe orang yang memilih lawan yang ia yakini ia bisa mengambil keuntungan darinya,” kata Bradley kepada SnowQeenLA, dikutip ringnews24.com.

“Mungkin ia melihat Spence lebih lamban dari kebanyakan orang yang pernah jadi lawannya, meskipun Spence juga kidal, lebih tinggi, dan sejauh ini diunggulkan.”

“Ia [Spence] lebih muda, lebih segar, dan banyak menekan lawan sekaligus melontarkan banyak pukulan sepanjang ronde.”

Meski begitu, menurut Bradley, kecepatan Pacquiao, gerak kakinya, gerak badannya, bisa bikin Spence frustrasi.

Petinju yang banyak menyerang, ditambahkan Bradley, disukai Pacquiao. Ia akan menunggu peluang melakukan balasan. Dan, ketika melakukan counter, Pacquiao tak cuma melontarkan satu pukulan.

“Ia melakukan counter dengan kombinasi. Pukulan kombinasi akan menerjang Anda, jadi lebih baik Anda hati-hati.”

“Anda tak bisa hanya berdiri dan menerima pukulan yang biasa saya lihat dilakukan Spence. Saya paham itu.”

“Anda bisa memblok pukulan Pacquiao, tapi Anda tak bisa terus menerus memblok pukulan Pacquiao. Pukulan Pacquiao datang dari segala sudut.”

Selain itu, meski Pacquiao hanya 1 kali menang KO dalam lebih dari 1 dekade, Bradley masih memandang power pukulan Pacquiao tetap harus diperhitungkan.

“Orang ini fenomenal kalau melakukan counter, juga dengan footwork dan kecepatan tangannya,” tambah Bradley. “Hati-hati itu.”

“Jadi, Anda harus hati-hati dengan pukulan Manny Pacquiao. Tangan kirinya itu monster.”

“Anda tak pernah tahu. Pacquiao menjadi legendaris dengan alasan. Delapan gelar dunia, itu sangat sulit. Saya tidak tahu.”

Meski begitu, Bradley sedikit menjagokan Bradley. “Tapi, takkan mengejutkan kalau pemenangnya adalah Pacquiao,” tandasnya.

Berita Terkait