10 June 2021 08:24 WIB
Oleh : eko

Calhanoglu Andalan Timnas Turki untuk Tendangan Bebas

ASA Turki untuk menaklukkan Eropa dan memenangkan gelar internasional pertama mereka terletak di kaki maestro tendangan bebas Hakan Calhanoglu yang repertoarnya menampilkan jenis keterampilan halus yang didambakan negara yang gila sepakbola itu. 

Calhanoglu hanyalah salah satu bintang dari skuad yang dipandang banyak orang sebagai generasi emas baru Turki.


Penampilan internasional terbaik Turki termasuk penampilan semi final di Euro 2008 dan berakhir di tempat ketiga di Piala Dunia 2002.

Calhanoglu bermain untuk AC Milan dan akan bersemangat untuk menunjukkan performa terbaiknya saat tim Turki itu bertandang ke Roma untuk bermain melawan Italia pada pertandingan pembukaan Grup A mereka di Euro 2020 yang ditunda karena pandemi pada 11 Juni.

Kontrak pemain berusia 27 tahun itu di Milan akan berakhir dan dia akan memiliki kesempatan untuk pamer melawan beberapa rekan setim dan lawan lamanya di Italia.

Calhanoglu meledak ke panggung dunia ketika ia mencetak gol dengan tendangan bebas yang memukau dari jarak lebih dari 40 meter melawan Dortmund saat bermain di Bundesliga untuk Hamburg pada tahun 2014.

Para pemain Dortmund bahkan tidak repot-repot memasang tembok karena sebuah percobaan ke gawang tampak begitu berani.

Timnas Turki telah menetapkan Calhanoglu sebagai salah satu pengambil tendangan bebas yang paling ditakuti di dunia.

Ia selalu memiliki kaki secepat kilat. Sekarang ia telah berkembang menjadi seorang teknisi yang membaca permainan seolah-olah melayang di atas lapangan.

Ia mampu memberikan operan presisi dan penggemar memujanya karena dia biasanya tidak berusaha keras saat menekan pertahanan.

Calhanoglu juga membawa pengalaman yang dibutuhkan ke skuad yang diremajakan dan merupakan salah satu pemain Turki yang paling banyak tampil.

Calhanoglu adalah seorang Muslim yang melakukan ziarah ke Mekah bersama rekan setimnya dari Prancis Tiemoue Bakayoko pada tahun 2019.

Dia juga tidak merahasiakan keinginannya untuk bermain untuk Galatasaray Istanbul “suatu hari nanti”.

Tetapi ada sedikit keraguan bahwa dia masih bermimpi untuk memenuhi ambisinya pada tahun 2014 untuk “mencapai level Messi atau Ronaldo” di liga-liga terbesar Eropa.

Laga Euro Turki akan menawarkan kesempatan untuk menunjukkan bahwa dia siap menjadi superstar setelah musim yang bagus di Milan meskipun turun dengan Covid-19 pada Januari.

Pelatih Milan Stefano Pioli mencintainya dan mengatakan bahwa dia ingin mempertahankannya setelah kontrak Calhanoglu habis pada Juni.

Tapi Pioli mengatakan Calhanoglu “belum mencapai potensi penuhnya” saat mencetak sembilan gol dan memberikan 12 assist dalam 43 pertandingan untuk Rossoneri.

Berita Terkait