30 April 2021 13:47 WIB
Oleh : aba

Global Conversation, Upaya Mendata Kebutuhan Atletik Dunia di Masa Depan

PB PASI per Jumat (30/4), menyosialisasikan Global Conversation, sebuah survei yang sedang diadakan Badan Atletik Dunia (World Athletics) yang akan menentukan arah dari cabang olahraga ini di dekade yang akan datang.

Survei ini merangkum kesimpulan sementara bahwa kualitas yang lebih baik dan tambahan fasilitas, liputan media yang lebih besar, termasuk di media elektronik seperti televisi, dan lebih banyak lagi program atletik di sekolah-sekolah adalah kunci dari pengembangan atletik di seluruh dunia.

Survei yang dimulai pada akhir Maret dan akan berlangsung hingga akhir April, sejauh ini telah mengumpulan 10.000 masukan dari di 141 negara di 6 benua. Sampai hari ini, hampir 1.000 orang atlet profesional telah mengisi survei ini. 27 persen di antaranya merasa kekurangan fasilitas merupakan tantangan utama dalam mengembangkan atletik di negara mereka.

“Seperti di Indonesia, ketersediaan fasilitas dengan standar yang sama di setiap cabang PB PASI masih menjadi kendala hingga saat ini yang berujung pada lambatnya regenerasi atlet,” ujar Tigor Tanjung, Sekjen PB PASI.

“Ini mengapa survei Global Conversation menjadi penting karena menjadi alat suara semua pelaku dan pemangku kepentingan atletik untuk bisa memberikan aspirasi mereka ke dalam World Plan for Athletic untuk dekade mendatang.”

Temuan lainnya menyatakan bahwa 55 persen dari pelatih sangat setuju bahwa atletik adalah cabang olahraga yang paling mudah diakses dan aktivitas terbaik untuk mewujudkan dunia yang lebih sehat dan fit.

Mereka yang bisa dianggap sebagai atlet amatir adalah bagian terbesar dari demografik sejauh ini. Ketika ditanya hal apa yang paling dapat menarik fans atletik ke cabang olahraga ini, jawaban mereka adalah liputan lebih luas mengenai atletik di media dan televisi selain mengenai acara-acara pertandingan besar.

Para penggemar juga menyuarakan keinginan mereka untuk melihat lebih banyak liputan di media dengan 33 persen dari mereka mengatakan bahwa minimnya pemberitaan di media dan televisi merupakan tantangan terbesar untuk menarik minat penggemar ke atletik.

Dari semua demografi ini, porsi keberadaan atletik yang lebih banyak di kurikulum sekolah adalah solusi utama sejauh ini untuk menarik para penggemar atletik.

Berbagai masukan yang dirangkum di Global Conversation ini akan membantu memberikan pemahaman lebih jelas bagi Badan Atletik Dunia mengenai tantangan dan kesempatan di masa depan dan bagaimana komunitas atletik membayangkan cabang olahraga ini di masa sekarang dan mendatang.

Melalui proyek terbuka yang menitikberatkan kepada pemangku kepentingan, Badan Atletik Dunia ingin mendorong percakapan yang berguna dengan mengajak keikutsertaan masyarakat dalam menyumbangkan suara mereka dan membantu menghasilkan perubahan dan perkembangan yang signifikan dan penting bagi cabang olahraga utama di Olimpiade.

“Hanya dalam waktu kurang dari 100 hari, atletik akan menjadi sorotan utama secara global di panggung terbesar, Olimpiade. Tahun lalu adalah masa yang sangat sulit bagi semua orang, dan di atletik kita sangat merindukan interaksi langsung dengan para penggemar kami,“ kata Sebastian Coe, Presiden ari Federasi Asosiasi Atletik Dunia (IAAF).

Dengan memulai Global Conversation untuk masa depan atletik, kami ingin memberikan kepada semua yang terlibat di atletik, apapun latar belakang mereka, lokasi maupun kemampuan atletiknya, kesempatan agar suara mereka terdengar dan membantu membentuk masa depan kita bersama.”

“Pada dasarnya, kami percaya bahwa peran penting dari para atlet dalam mempromosikan dan mengolah gaya hiup yang lebih sehat dan fit untuk semua orang. Dengan mendengarkan anggota dari komunitas kami yang beragam kami akan bisa dengan lebih baik memahami tantangan dan kesempatan yang tersedia kedepannya, di Tokyo dan di luar itu.”

Temuan-temuan survei ini akan dipakai untuk merancang World Plan for Athletics 2022-2030, sebuah dokumen kunci untuk semua yang terlibat dalam atletik, mempersiapkan sebuah peta jalan dari pertumbuhan dan pengembangan dari atletik hingga 2030.

Fungsinya adalah untuk menampung aspirasi dari komunitas atletik, mengidentifikasi posisi atletik di dunia, dan mengukuhkan visi dan arah untuk periode hingga 2030, mempersiapkan kerja sama dari Badan Atletik Dunia (IAAF), Member Federations dan Area Associations, dan pihak yang terkait di atletik untuk mengembangkan dan mendorong pertumbuhan atletik di dunia. Rancangan ini akan menjabarkan secara jelas peran dan kewajiban, linimasa, hasil yang terukur dan implikasi terhadap sumber daya dan dana.

Rancangan rencana ini akan dibuat untuk dipresentasikan ke World Athletics Council di pertengahan tahun. Setelah disetujui, rencana yang sudah final akan dibagikan ke Members Federation untuk persetujuan resmi di acara dua tahunan kongres Badan Atletik Dunia pada November 2021.

Proses ini diawasi oleh World Plan Working Group, yang terdiri dari tujuh anggota Council, dipimpin oleh mantan atlet loncat pemegang rekor dunia sebanyak tiga kali, Willie Banks, dibantu oleh Sports Business Group di Deloitte.

Berita Terkait