20 April 2021 11:45 WIB
Oleh : aba

Ngotot Ikut Super League Eropa? UEFA Siapkan Sanksinya

ALEKSANDER Ceferin, Presiden UEFA, menegaskan akan memberikan sanksi bagi klub dan pemain yang berani tampil di Liga Super Eropa (European Super League, ESL).

Ceferin menegaskan, kehadiran ESL sama saja dengan ‘meludahi muka’ semua pecinta sepakbola.

UEFA sepertinya sangat berang dengan konsep ESL yang berarti mental atau breakaway yang dilakukan sejumlah tokoh sepakbola di Eropa. Konon. belasan klub siap berpartisipasi di breakaway league itu dan UEFA pun siapkan jerat sanksi bagi mereka –termasuk tiga tim semifinalis Champions League musim ini.

Istilah ‘meludahi muka’ pecinta sepakbola itu dilontarkan Ceferin setelah menggelar pertemuan darurat, Senin (19/4), setelah 12 klub top Eropa menyebut siap tampil di ESL.

“Mereka, klub dan pemainnya, sesegera mungkin akan mendapatkan sanksi dari semua kompetisi kami [UEFA],” kata Ceferin.

Jika ngotot tampil di ESL, maka UEFA akan membatalkan penampilan Real Madrid, Manchester City, dan Chelsea di semifinal Champions League musim ini. Hal itu ditegaskan Exco UEFA, Jesper Moller kepada penyiar radio Denmark, DR.

“Mereka harus pergi, saya perkirakan itu terjadi pada Jumat (23/4). Setelah itu kami akan cari tahu bagaimana menyelesaikan kompetisi [semifinal Champions League],” kata Moller yang juga memimpin federasi sepakbola Denmark.

Klub-klub ‘pemberontak itu’ –enam dari Premiership Inggris, 3 dari Spanyol dan Italia, dijamin bisa langsung tampil di ESL, tanpa seleksi di tingkat domestik seperti yang diterapkan UEFA untuk bisa tampil kancah Eropa.

ESL disebutkkan mendapat suntikan dana 4,2 miliar dolar AS atau lebih dari 60 triliun dari JP Morgan, investor perbankan. Uang itu akan digunakan untuk membangun infrastruktur dan recovery dari dampak pandemi Covid-19.

FA Inggris kabarnya akan menggelar pertemuan untuk membahas krisis ini pada Selasa (20/4). Pertemua diikuti 14 klub atau tanpa 6 klub yang sudah dinyatakan kesiapannya untuk mendukung ESL.

Dukungan terhadap UEFA datang dari PM Inggris Boris Johnson yang mengaku keberatan dengan kehadiran ESL. Menpora Inggris, Oliver Dowden, juga akan melakukan segaka upaya untuk memberikan hukuman terhadap 6 klub yang menyatakan siap tampil di ESL.

Bahkan, Dowden mengatakan, jika FA Inggris tak bisa menghadapi kehadiran ESL, maka pemerintah Inggris sendiri yang akan bertindak mengalangi mereka.

“Jika mereka tak bisa, kami yang akan beraksi,” kata Dowden. “Kami lakukan upaya apapun untuk menggagalkan ESL.”

Pangeran Williams, yang juga Presiden FA, mengatakan ESL berisiko ‘menghancurkan permainan yang kita cintai’.

Sementara Ceferin mengatakan, ESL digelar dengan menghancurkan piramida sepakbola Eropa di mana setiap klub harus berjuang dari bawah untuk bisa mewujudkan impian mereka tampil di Liga Champions.

"Kami bersatu melawan proposal memalukan dan mementingkan diri sendiri untuk beberapa klub terpilih di Eropa yang dimotivasi oleh keserakahan. Kami semua bersatu melawan proyek yang tidak masuk akal ini," tandas Ceferin.

Menyitir FIFA, Ceferin juga menyampaikan, bagi klub dan pemain tampil di ESL, FIFA akan memberikan mereka sanksi untuk tak bisa tampil di Piala Dunia dan Euro.

Presiden FIFA Gianni Infantino kabarnya juga tampil dalam pertemuan di Montreaux, Swiss, Selasa (20/4), membahas isu ini.

Sementara itu, pendiri ESL kabarnya juga sudah menyampaikan surat kepada FIFA dan UEFA yang meminta mereka diizinkan beroperasi beriringan dengan kompetisi-kompetisi yang selama ini sudah berjalan di Eropa.

Larangan UEFA, atau FIFA, dipastikan akan mengundang pertarungan di ranah hukum yang rumit. Artinya, FIFA dan UEFA akan digugat ESL jika memberikan hukuman dan sanksi terhadp klub dan pemain yang tampil di ESL.

Sebelum isu ESL mencuat sedemikian rupa, UEFA sendiri berencana menambah jumla peserta Champions League dari 32 menjadi 36. Akan lebih banyak pertandingan grup sebelum mereka masuki fase knock-out (kalah gugur).

Format baru Champions League ini rencananya akan mulai diberlakukan musim 2024-2025.

Namun, kehadiran ESL kini membayang-bayangi Champions League format baru

Berita Terkait