26 March 2021 20:17 WIB
Oleh : aba

Si Cantik Sabreena, Senang Bergabung di Timnas Putri Indonesia

SABREENA Ashleigh Dressler tak pernah menyangka satu dari sekian banyak mimpinya terwujud. Pemain asal DKI Jakarta ini tak berhenti bersyukur karena salah satu impiannya untuk mengikuti seleksi dan pemusatan latihan (TC) timnas wanita Indonesia bisa tercapai di awal tahun 2021 ini.

Sabreena memang menjadi salah satu pemain yang dipanggil pelatih Rudy Eka Priyambada pada TC, 8-31 Maret 2021.

Sabreena menjadi salah satu pemain yang menonjol di lapangan karena parasnya yang cantik. Tak hanya cantik, pemain kelahiran 26 Desember 2001 ini juga lihai dalam memainkan si kulit bundar. Uniknya, bakat sepakbola yang ia miliki berawal dari hobi berolahraga saja.

 “Dari kecil saya sudah menyukai olahraga tetapi sejujurnya saya tidak pernah main sepakbola. Saya baru mulai bermain sepakbola sejak usia 12. Saat itu di sekolah saya tidak ada tim sepakbola putri. Saya bergabung dengan tim putra dan mulai mengikuti turnamen kecil sepakbola putri antar sekolah,” celoteh Sabreena.

Setelah menyadari mampu bermain sepakbola, pemain berusia 20 tahun ini pun memutuskan untuk mengasah kemampuannya di Pro Direct Academy pada 2018. Namun sayangnya pemain berdarah campuran Jerman-Indonesia ini kemudian dibekap cedera selama delapan bulan, hingga akhirnya menetap beberapa lama di Jerman.

Setelah sedikit pulih dari cedera, Sabreena pun kembali ke Indonesia dan pada 2019, ia pun dipanggil untuk memperkuat Persija Putri pada kompetisi tertinggi sepakbola putri di Indonesia, Liga 1 Putri 2019.

“Saat saya dikontrak Persija, rasanya sungguh luar biasa senang, karena bertepatan dengan sembuhnya dari cedera. Seperti momen comeback dan keajaiban yang ditunggu-tunggu. Sayangnya saat di Persija saya memang belum banyak mendapatkan kesempatan bermain karena kondisi yang belum fit seratus persen,” ujar Sabreena.

Kini, pemain yang berposisi sebagai gelandang ini masuk dalam seleksi dan pemusatan latihan Timnas Wanita. Tiga pekan sudah ia berada dalam TC di bawah asuhan pelatih Rudy Eka Priyambada. Ini menjadi pencapaian yang luar biasa untuk Sabreena selama berkarier dalam dunia sepakbola.

 “Senang sekali saya bisa masuk seleksi dan TC. Keinginan untuk masuk ke Timnas sudah ada sejak lama, tapi saya sadar fisik dan skill saya belum cukup bagus untuk bisa diperhitungkan, apalagi pernah dibekap cedera. Dipanggil ikut TC saja sudah sangat bersyukur. Saya akan coba menunjukkan yang terbaik dan berusaha lebih keras lagi” lanjutnya

Sabreena pun menyadari latihan yang dijalani bersama Timnas jauh lebih intens dan berat daripada latihan lainnya. Anak keempat dari empat bersaudara ini mengaku materi yang diberikan selama pemusatan latihan menjadi tantangan tersendiri untuk dirinya.

“Materi yang diberikan tentu lebih susah daripada yang di klub apalagi dari segi fisik. Di sini benar-benar dilatih fisiknya. Drill-drill yang diberikan juga intens dan menantang. Namun yang terpenting adalah pembentukan mental. Mental kita benar-benar ditempa di sini. Kami dituntut selalu fokus, baik saat latihan atau pertandingan, karena kita bermain untuk negara,” tambah Sabreena

“Tidak ada kesulitan beradaptasi sama teman-teman karena saya orangnya mudah bersosialisasi dengan orang lain dan saya tahu berbicara bahasa Indonesia dengan lancar juga, jadi tidak ada kesulitan untuk bergabung dengan yang lain selama TC ini,” tutupnya.

Berita Terkait