26 February 2021 16:55 WIB
Oleh : eko

Atlet Jetski Tetap Berlatih Meski Pandemi

MESKI Pandemi, cabang olahraga Jetski Indonesia atau PP. IJBA yang diketuai Fully Aswar terus melakoni pelatihan.

Latihan dikuti para atlit Jetski mulai dari anak usia dini (4,5 tahun), kemudian ada Rafa Miza usia 12 tahun yang sudah meraih juara 3 pada kejuaraan dunia 2019, sampai atlit paling seniornya, Aero dan Aqsa yang sudah menguasai pertandingan kejuaraan tingkat internasional bahkan dunia.

Latihan di awasi langsung oleh Fully Aswar dan dilaksanakan di venue akademi jetski Indonesia, Ancol Jakarta Utara, dengan memanfaatkan kondisi ombak dan angin yang tidak stabil tetapi justru sangat ideal untuk melatih kemampuan para atlit Indonesia.

Rinaldi Duyo, Sekjen PP. IJBA menjelaskan bahwa pada rapat pengurus yang digelar minggu lalu di Ancol, Ketua Umum PP. IJBA telah memutuskan Tim Jetski Indonesia untuk mengikuti beberapa kejuaraan internasional baik di Thailand, Eropa maupun di Amerika Serikat (USA Serries) dan puncaknya pada kejuaraan dunia World Finals di Lake Havasu City, Arizona AS. “Karena hanya dengan cara inilah harkat dan nama Indonesia dapat tetap terjaga di kalangan internasional,” ujar Rinaldi dalam keterangannya, Jumat (26/2).

Selain itu PP. IJBA juga akan menggelar Kejurnas Junior dan Pemula di tahun ini juga demi menjaring bibit unggul yang akan dipersiapkan pentas pada kejuaraan internasional di tahun-tahun mendatang. Saat ini pelatihan juga dilakukan oleh beberapa calon atlit muda, bahkan ada yang masih berusia 4,5 tahun dan sudah terlihat memiliki bakat diatas rata-rata untuk dapat diprediksikan pada kejuaraan internasional nantinya. Kejuaraan akan dilaksanakan dengan tetap menerapkan protokol Kesehatan agar tetap aman bagi semua pihak yang terlibat.
Fully Aswar yang ditemui di sela-sela pelatihan di Ancol menegaskan bahwa peningkatan kemampuan prestasi atlit tidak boleh terganggu oleh alasan masa pandemi.

Oleh karenanya para atlit jetski tetap di arahkan untuk berlatih terus menerus, karena jika ada masa jeda latihan yang lama pasti akan menyebabkan menurunnya kemampuan bertanding.
Bentuk Latihan yang dilakukan para atlitnya seperti biasa berupa latihan fisik, kemampuan teknik serta strategi menghadapi lawan, demikian ungkap Fully. (bas)

Berita Terkait