21 February 2021 15:05 WIB
Oleh : eko

Presidum Peduli Sepak Takraw Indonesia Meminta KONI Harus Adil

PRESIDIUM Peduli Sepak Takraw Indonesia yang pekan lalu menggelar Rakornas di kawasan Banten, meminta KONI Pusat harus bersikap adil dan bijaksana dalam hal menanggapi kisruh di tubuh Pengurus Besar Persatuan Sepak Takraw Indonesia (PB PSTI) di bawah Ketua Umum Asnawi Abdul Rahman.

Sebab, ada sebanyak 20 pengprov yang melakukan mosi tak percaya alias menolak hasil Munas PB PSTI di Sukabumi, 27-28 Desember 2020, lalu. Mereka bahkan melaporkan kasus ini yang dianggap melanggar AD/ART ke Baori dan Baki.

Hasan, SE, mantan Ketua Pengprov Kaltim yang juga pemerhati dan penggiat olahraga sepak takraw mengkritik keras sikap KONI Pusat yang tak mengindahkan kisruh yang terjadi di tubuh PB PSTI.

“KONI Pusat sebagai bapak dari induk organisasi mestinya berlaku arif dan adil. Kan sudah tahu PB PSTI kisruh, eh malah SK nya dikeluarkan bahkan dilantik. Ini sama saja memancing amarah 20 pengprov yang tidak menerima hasil Munas PB PSTI. Mestinya, kalau tahu  ini bermasalah, SK dan pelantikan ditunda. Panggil PB PSTI dan 20 pengprov yang bertikai. Duduk bareng, selesaikan masalah. Itu yang benar,” ujar Hasan yang mengkritik keras sikap KONI Pusat, kepada wartawan, Minggu (21/2/2020) di Jakarta.

Hal yang senada juga diucapkan Sucipto Ketua Sepak Takraw Pengprov  Jawa Barat. Menurutnya, hasil Rakornas di Banten dengan menunjuk tujuh orang untuk melakukan mediasi kepada pihak KONI Pusat, Menpora, KONI (NOC), Baori, dan Baki sudah tepat.

“Sikap kami jelas menolak hasil Munas di Sukabumi di mana Asnawi dengan segala tipu muslihat dan rekayasanya kembali terpilih sebagai Ketua Umum PB PSTI tidak bisa kami terima. Kami pun tetap melayangkan protes ke Baori dan Baki. Dan kami akan meakukan mediasi ke KONI Pusat, Menpora, dan KOI (NOC). Kami akan menggugat dengan bukti-bukti yang ada. Karena Asnawi kabarnya, sikapnya makin merajalela dengan melakukan mencabut SK pengprov-pengprov,” tegas Sucipto.

Pandangan dan kesamaan sikap yang sama juga dilontarkan Ketua Presidum Peduli Sepak Takraw Indonesia Syafrizal Bakhtiar. Menurutnya, semua pihak termasuk KONI Pusat dan Baori melihat permasalahan ini dengan jelas dan terang benderang. Jangan ada yang ditutupi.

“Mari kita duduk bareng. KONI Pusat, sebagai bapak induk organisasi olahraga yang ada di Indonesia harus jeli melihat persoalan. Jangan memihak dan harus berlaku adil kepada semua pihak. Jangan pilih kasih. Kita selesaikan masalah ini. Jangan pura-pura gak tahu atau diam saja. Mari selesaikan masalah ini dengan seadil-adilnya. Itu harapan kami kepada KONI Pusat,” tegas Syafrizal yang kini maju sebagai Vice President Astaf (Asosiasi Sepak Takraw Asia) media Maret mendatang.

Sementara itu,  tiga  perwakilan dari Indonesia masuk bursa calon dalam pemilihan President (ketua) dan Wakil President (wakil ketua) Federasi Sepak Takraw Asia (ASTAF), 1 Maret mendatang. Tiga perwakilan Indonesia itu adalah Syafrizal Bakthiar, Hendry Zainildin dan Asnawi Abdul Rahman.

Tiga perwakilan dari Persatuan Sepak Takraw Indonesia (PSTI) ini masuk dalam nominasi calon Deputy President ASTAF, dan Vice President ASTAF. Untuk jabatan Deputy President ASTAF, ada empat orang yang bakal bersaing untuk memperebutkan 2 posisi jabatan. Empat orang itu adalah Ketua PSTI Asnawi Abdul Rahman (Indonesia), Charlem Chaiwatcharaporn (Thailand), Yogender Singh Dahiya (India) dan Abdullah Bin Salleh (Malaysia).

Sedangkan untuk pemilihan Vice President ASTAF, ada 10 nama yang masuk nominasi calon. Sepuluh kandidat akan memperebutkan 8 posisi jabatan Vice President ASTAF. Dari sepuluh kandidat itu, dua di antaranya berasal dari Indonesia. Yaitu Syafrizal Bakthiar dan Hendry Zainildin.

“Iya, ada tiga perwakilan dari negara Indonesia yang ikut bersaing dalam pemilihan Wakil Ketua ASTAF. Untuk jabatan deputy itu, di atas dari vice posisinya,” kata Dato Abdul Halim Bin Kader, President ASTAF saat menghubungi suaraserumpun.com, Jumat (19/2/2021).

“Tiga calon Wakil Ketua ASTAF dari Indonesia itu adalah Syafrizal Bakthiar, Hendry Zainildin dan Asnawi Abdul Rahman. Insya Allah, pemilihan President, Deputy President dan Vice Presiden dilangsungkan 1 Maret 2021 mendatang,” sambung Abdul Halim.

Berita Terkait