07 February 2021 14:45 WIB
Oleh : eko

AFC Berikan Deadline Grup G Kualifikasi PD 2022

KONFEDERASI Sepakbola Asia (AFC) telah memberikan waktu hingga 15 Februari untuk semua tim di Grup G untuk menyelesaikan posisi mereka terkait sisa pertandingan mereka di babak kedua kualifikasi Piala Dunia 2022 / Piala Asia 2023.


Batas waktu yang sama juga telah ditetapkan oleh AFC untuk semua 40 tim yang bersaing di kualifikasi, yang melibatkan delapan grup, dalam menentukan apakah akan terus bermain di kalender FIFA untuk Maret atau menunda pertandingan hingga Juni.


Sekretaris Jenderal AFC Datuk Windsor Paul John mengatakan kerangka waktu diberikan mengingat proses pengambilan keputusan di setiap negara berbeda dan dipengaruhi oleh berbagai faktor.

“Baru setelah mereka mengambil keputusan selambat-lambatnya tanggal 15 Februari barulah kami (AFC) turun tangan, sebelum itu kami beri mereka kesempatan dan tenggat waktu agar mereka bisa mengadakan diskusi internal melalui proses tertentu.


“Juni adalah batas waktu yang diberikan FIFA untuk menyelesaikan putaran kedua, sedangkan September untuk putaran ketiga. Kami harus menyelesaikan kualifikasi pada April 2022, ”katanya kepada Bernama hari ini.


Windsor mengatakan bahwa sejauh ini belum ada keputusan mengenai tempat jika kompetisi dipindahkan ke Juni, tetapi AFC akan membantu tim untuk memilih negara yang akan menjadi tuan rumah seperti yang disarankan agar diadakan dalam bentuk karnaval (mis. satu lokasi, bukan format rumah dan tandang).

“Tapi ini bukan waktu yang tepat untuk memilih tempat untuk pertandingan terpusat, untuk saat ini yang memutuskan apakah bisa bermain atau tidak. Kalau masing-masing fokus menjadi tuan rumah, langkah awal akan sulit dicapai, ”jelasnya.

Bernama sebelumnya sempat mengabarkan bahwa Malaysia, Thailand, dan Indonesia telah menyatakan persetujuannya agar sisa pertandingan digelar dalam bentuk karnaval di Uni Emirat Arab (UEA).

Menurut wakil presiden FA Malaysia (FAM) Datuk Mohd Yusoff Mahadi, Vietnam yang merupakan pemimpin Grup G adalah satu-satunya tim yang tersisa untuk menyatakan pendirian mereka tentang masalah tersebut.

“Setelah 15 Februari, kami (AFC) kami akan meminta tim-tim yang belum memberikan keputusan apakah mereka masih ingin bermain sesuai jadwal. Jika ya, kami akan meminta informasi terkait lokasi pertandingan dan sejenisnya.

"Dan kami juga akan menghubungi tim lawan apakah mereka bisa bermain atau tidak," kata Windsor.

Menurut jadwal awal, Malaysia akan menghadapi UEA di Dubai pada 25 Maret sebelum menjadi tuan rumah Vietnam pada 30 Maret, tetapi sebuah proposal muncul untuk mengubahnya dengan beberapa tim setuju untuk mengadakannya dalam bentuk karnaval pada Juni. 

Berita Terkait