19 January 2021 12:57 WIB
Oleh : eko

Bautista Agut Protes Karantina Seperti dalam Penjara

PETENIS Roberto Bautista Agut mengecam persyaratan karantina pemerintah negara bagian Victoria untuk pemain tenis menjelang Australia Terbuka bulan depan dan mengatakan dikurung di hotel seperti berada di penjara.

Seperti diketahui, penumpang yang tiba dengan tiga penerbangan charter telah ditempatkan di karantina keras, termasuk lebih dari 70 pemain yang tidak dapat berlatih di luar kamar mereka selama 14 hari sebelum Grand Slam pertama tahun ini dimulai pada 8 Februari.

Sejumlah pemain top, termasuk peringkat 1 dunia Novak Djokovic, telah mempertanyakan perlunya karantina hotel wajib, tetapi Perdana Menteri Victoria Daniel Andrews mengatakan itu penting untuk menghentikan penyebaran Covid-19.

"Ini seperti (berada) di penjara," kata Bautista Agut petenis peringkat 13 dunia kepada saluran televisi Israel Sport 5.

"Ini sama (seperti di penjara), tetapi dengan Wifi. Orang-orang ini tidak tahu tentang tenis dan tentang lapangan latihan dan ini benar-benar bencana. Seharusnya kontrol atas segalanya bukanlah oleh Tennis Australia, melainkan dengan pemerintah (dan pejabat kesehatan)."

Agut, yang mencapai perempat final Australia Terbuka pada 2019, mengatakan kondisi tersebut membuat para pemain menderita secara mental dan fisik.

"Ini sulit dan saya pikir kami harus bekerja keras secara mental dan bersabar," tambahnya.

Namun, Barbora Strycova dari Ceko, semifinalis di Wimbledon pada 2019, mendukung protokol kesehatan yang ketat dan mengatakan ia akan tetap menjalaninya. 

Sejauh ini, banyak diantara para pemain yang  mengeluh tentang kesengsaraan dalam isolasi.

"Saya berolahraga dua kali sehari, membaca beberapa buku, berada di (media) sosial dan menonton TV," katanya kepada SEN Breakfast, seperti dikutip sportanews dari laman asing. 

"Saya tidak bisa mengeluh. Saya benar-benar harus melewatinya dan berusaha menjadi sepositif mungkin."

Berita Terkait