13 January 2021 07:26 WIB
Oleh : aba

Wawancara Caleb Plant: Fokus Caleb Truax

Caleb Plant.

CALEB Plant, juara kelas menengah super IBF menyempatkan diri berbincang dengan wartawan Marcos Villegas menyangkut duél melawan Caleb Truax dan beberapa hal menyangkut masa depannya.

Dari banyak target yang ingin dicapainya, tak ada yang lebih besar selain pertarungan melawan Canélo Alvarez.

“Ya, kami memulai awal 2020 dengan baik. Pada Februari, di kota kelahiran [Tennessee], kami mendatangkan banyak penonton, semuanya berjalan bagus. Lalu ada Covid-19 dan semuanya sedikit berubah. Tapi, saya tetap aktif, tetap berada di sasana, tetap menjaga bobot, santai di rumah.”

“Memasuki 2021, saya kembali harus berbisnis, menghadapi Caleb Truax pada 30 Januari. Ini kali kedua berurutan saya melakukan duél wajib. Setelah ini saya bebas pilih lawan, siapa pun. Ada rencana duél unifikasi dan menjadi juara tak terbantahkan di kelas menengah super.”

“Ada yang bertanya, mengapa saya bertarung dengan Truax? Saya tegaskan, ini duél wajib saya. Kalau saya melakukan duél voluntary, setelah itu saya tetap berkewajiban bertemu dengan Truax.”

“Itu duél yang saya inginkan [melawan Canélo Alvarez, juara menengah super WBA dan WBC]. Tapi, manajer saya, Luis De Cubas, menegaskan jumpa Canélo tak bisa hanya melakukan persiapan 4-5 pekan. Ia tak ingin berspekulasi.”

“Saya menghormati Luis dengan apa yang ia lakukan sejauh ini. Saya tahu ia dan tim menginginkan duél itu. Tapi mereka saya minta bersabar. Lakukan perlahan-lahan. Akan tiba saatnya pertarungan itu.”

“Saat ini, fokus saya masih ke Truax. Soal berjumpa Canélo, saya serahkan kepada tim saya. Saya ingin fokus dengan hidangan di hadapan saya. Banyak orang sering tidak fokus pada hidangan mereka sehingga akhirnya gelarnya direbut orang.”

Mengomentari mantan juara kelas menengah super WBC David Benavidez, ini kata Plant:

“Anda tak boleh kehilangan gelar dua kali di luar ring. Anda tak boleh kehilangan gelar karena ganja dan bobot tubuh seraya berharap bisa mendapatkan duél unifikasi.”

Benavidez mendapatkan pencopotan gelar WBC pada September 2018 karena kasus ganja. Ia kemudian merebut kembali gelarnya. Tapi, pada pertarungan melawan Roamer Alexis Angulo, gelar Benavidez kembali dicopot karena gagal dalam timbang badan. Gelar lowong itu kemudian direbut Canélo setelah menang atas Danny Garcia.

Sumber: badlefthook.com

Berita Terkait