09 December 2020 19:31 WIB
Oleh : eko

Nikita Mazepin Dijatuhi Sanksi Tim Haas, Upload Gambar Tak Senonoh

TIM Formula Satu Haas menyesalkan prilaku buruk pebalap rekrutan baru mereka Nikita Mazepin karena postingan video yang dianggap 'menjijikan' di media sosial.

Video postingan itu menunjukan seorang  wanita di dalam mobil yang sedang 'diraba-raba'. Meski telah dihapus, namun tim tetap memperingatkan pebalap asal Rusia itu untuk menjaga prilakunya. 

Video itu sempat beredar idalam sebuah kisah Instagram. "Tim F1 Haas tidak memaafkan perilaku Nikita Mazepin dalam video yang baru-baru ini diunggah di media sosialnya," kata tim milik Amerika Serikat  itu dalam pernyataan dari Abu Dhabi, di mana mereka sedang mempersiapkan balapan terakhir musim ini.

"Selain itu, fakta bahwa video itu diposting di media sosial juga menjijikkan bagi tim F1 Haas," tambahnya, seraya mengatakan masalah itu ditangani secara internal.

Mazepin, putra seorang miliuner yang kaya raya berkecimpung dibidang pupuk itu telah meminta maaf di akun Twitternya atas 'perilaku tidak pantas" dan fakta bahwa video tersebut telah diposting.

"Saya minta maaf atas pelanggaran yang sudah saya lakukan dan rasa malu yang saya bawa ke tim F1 Haas," tambah pebalap berusia 21 tahun itu.

"Saya harus menahan diri pada standar yang lebih tinggi sebagai pebalap Formula Satu dan saya mengakui saya telah mengecewakan diri saya sendiri dan banyak orang. Saya berjanji akan belajar dari ini."

Mazepin telah diumumkan pekan lalu sebagai pebalap baru Haas untuk musim 2021 bersama dengan Mick Schumacher, putra juara dunia tujuh kali Michael.

Sementara Schumacher memenangkan gelar Formula Dua di Bahrain pada akhir pekan, Mazepin diberikan dua penalti karena memaksa satu saingan keluar jalur dan memblokir yang lain. Ia menyelesaikan musim F2 di tempat kelima secara keseluruhan, cukup untuk mendapatkan lisensi super F1.

Ia juga dinilai menonjol karena telah mengumpulkan 11 poin penalti selama kampanye, salah satunya memicu larangan balapan.

Kepala tim Haas Guenther Steiner mengatakan bahwa pemberian sanksi adalah bagian dari pembelajaran, tetapi "yang pasti kami telah menyelesaikan pekerjaan kami.

"Hal-hal ini terjadi saat kehilangan nalar Anda," tambahnya.

Berita Terkait