21 November 2020 21:47 WIB
Oleh : eko

Anders Antonsen Pernah Mogok Sekolah Karena Berlatih Bulutangkis

SIAPA menyangka jika pebulutangkis asal Denmark yang kini menempati peringkat tiga dunia, Anders Antonsen pernah mogok sekolah karena ingin fokus berlatih bulutangkis. 

Semasa kecil, Antonsen sudah mengenal olahraga tepok bulu ini. Olahraga ini diperkenalkan oleh Ayahnya yang juga pengurus klub bulutangkis di Kota Aarhuis, Denmark. 

Pebulutangkis kelahiran 27 April 1997 itu, baru berusia 11 tahun ketika Lin Dan bersaing melawan Lee Chong Wei untuk memperebutkan medali emas Olimpiade Beijing 2008. Ketika itu, ia masih belajar memukul shuttlecock dan menyempurnakan gerakannya di halaman belakang rumahnya.


Di Olimpiade Tokyo 2020, Antonsen akan melakukan debut Olimpiade dan ia membidik prestasi terbaik yang pernah diraih pendahulunya mantan juara dan sekarang Presiden BWF Poul Erik Hoyer di Olimpiade Atlanta 1996.

Antonsen dan saudara laki-lakinya berlatih bulutangkis juga  saat ia tumbuh dewasa. Tak heran jika Antonsen muda mendapat dukungan dari keluarganya.

“Ayah saya bekerja di klub bulutangkis selama 25 tahun terakhir. Ia pernah menjadi atlet bulutangkis tapi hanya level nasional dan ia menjadi salah satu pengurus klub sampai hari ini, "ungkapnya.

Saking cintanya pada bulutangkis, Antonsen pernah mogok sekolah ketika duduk di sekolah menengah atas. 

" Sejak awal mengenal olahraga ini, saya pernah mengutarakan kepada kedua orang tua saya bahwa saya akan menjadi pemain bulutangkis profesional pada usia 16 tahun.Saya pergi ke sekolah menengah dan saya di sana bertahan hanya selama tiga hari. Lalu, siam-diam saya kembali ke klun untuk fokus berlatih, saya bilang ke Ayah bahwa  tidak akan kembali ke sekolah karena Itu bukanlah kehidupan yang saya ingin jalani dan itu bukan mimpi yang saya kejar. Itu tidak pasti untuk saya. "

Tampaknya mengejar impian masa kecilnya telah terbayar dengan baik untuk Antonsen karena saat ini ia adalah pemain kelas dunia dan berada di peringkat 3 dunia.

Sejak kecil, ia telah akrab dengan Rasmus Gemke, selain bertetangga dan sekarang rekan satu tim di tim nasional Denmark. Sama seperti Antonsen Gemke berlatih memukul shuttlecock  pada 2008 ketika seluruh dunia bulu tangkis menyaksikan Lin Dan memenangkan medali emas Olimpiade pertamanya.

Di DANISA Denmark Open 2020, kedua teman masa kecil itu bertarung di depan penonton tuan rumah di mana Antonsen mengalahkan Gemke untuk mengangkat trofi.

 

“Anda sudah penuh dengan kegembiraan saat pergi ke final dan kemudian saat bermain sebagai teman masa kecil Anda, itu hanya membuatnya sedikit lebih sulit. Dan ya, ada banyak emosi yang terlibat dalam pertandingan itu. Kami berdua cukup lelah pada akhirnya karena itu hanya mempengaruhi tubuh Anda, sulit untuk dijelaskan. Kami sudah bermain satu sama lain sejak kami mulai bermain bulutangkis, "katanya.

Ia bersama Gemke pernah menyaksikan laga Lin Dan -versus Lee Chong Wei.

“Saya pikir pertandingan yang paling saya ingat adalah 2012 (Olimpiade London): Lin Dan dan Wei bermain di final, itu adalah pertandingan yang luar biasa. Saya tidak berpikir bahwa saya mendukung salah satu dari mereka. Itu pertandingan yang sangat dekat. Gila gila."

Di Olimpiade Tokyo 2021, ia membidik medali emas. “Saya telah mengatakannya sebelumnya dan saya tetap melakukannya: Saya mengincar medali emas. Siapa yang tidak ingin memenangkan medali emas Olimpiade? Itu mungkin yang terbaik yang bisa Anda capai di semua cabang olahraga.

“Saya tahu bahwa saya tidak pergi ke turnamen sebagai favorit, jadi saya harus memberikan kinerja yang luar biasa selama Olimpiade, "

 

Berita Terkait