21 November 2020 17:06 WIB
Oleh : aba

Ricky Jacobi Tutup Kariérnya dengan Gol Mirip Gol ke Gawang AC Milan

Ricky Jacobi sesaat sebelum mencetak gol dan kemudian terjatuh karena serangan jantung.

“PSSI ikut berduka cita atas berpulangnya legenda Timnas Indonesia, Ricky Yacobi. Semoga amal ibadah almarhum selama hidup diterima dan mendapatkan tempat terbaik disisi Allah SWT,” kata Ketua Umum PSSI, Mochamad Iriawan, menanggapi wafatnya Ricky Jacobi, Sabtu (21/11/2020) pagi.

Legenda Timnas Indonesia berusia 57 tahun tersebut tutup usia di Rumah Sakit Mintoharjo, Jakarta, karena mengalami serangan jantung saat bermain sepakbola pada ajang Trofeo Medan Selection di Lapangan A, Senayan, Jakarta.

"PSSI dan Indonesia merasa kehilangan salah satu putra terbaik yang pernah dimiliki bangsa kita dalam hal sepakbola," tambah Iriawan, dikutip dari pssi.org.

Syafril P Siregar rekan Ricky yang ikut bermain bersama Ricky di Lapangan A itu, mengatakan tidak ada tanda-tanda apapun sebelum ajal menjemput. Ricky datang lebih dulu bahkan sempat bercengkrama dan mengatur formasi saat melakukan foto sebelum pertandingan.

“Beliau datang lebih dulu ke lapangan dan banyak bercerita dengan semuanya. Beliau juga yang mengatur kami foto-foto sebelum pertandingan dimulai," ujar Syafril saat dihubungi Okezone.

Pertandingan baru 15 menit berjalan, Ricky mengalami serangan jantung saat melakukan selebrasi usai mencetak gol. Mantan penggawa PSMS Medan itu terjatuh dan kehilangan kesadaran.

"Selepas cetak gol, ia selebrasi ke arah saya. Tapi gak lama langsung jatuh,” tambah Syafril.

Menurut Syafril, gol Ricky persis seperti golnya ke gawang AC Milan. Hanya bedanya, tembakan jarak jauhnya meluncur datar ke dalam gawang," lanjutnya.

Gol ke gawang AC Milan jadi salah satu kenangan manis Ricky. Hal itu terjadi pada September 2011. Ricky melakoni laga dalam ajang legenda AC Milan melawan legenda Timnas Nasional Indonesia di Stadion Gelora Bung Karno (GBK).

Ricky merupakan penyerang top Indonesia pertengahan 1980-an hingga awal 1990-an. Ia menunjukkan kehebatannya di Asian Games 1986. Ia menjadi pemain penting yang meloloskan Indonesia hingga ke semifinal.

Setelah Asian Games, Ricky dipercaya menjadi kapten Timnas yang merebut medali emas SEA Games 1987 di Jakarta.

Ricky lahir di Medan, Sumatera Utara, 12 Maret 1963. Ia pun mengawali karier profesional di PSMS Medan. Bersama PSMS, Ricky sukses mempersembahkan dua gelar perserikatan pada 1983 dan 1985.

Ricky juga pernah membela klub Matsushita Jepang pada 1988. Di kompetisi Tanah Air, ia pernah bermain di PSMS Medan, Arseto Solo, BPD Jateng, dan PSIS Semarang.

Ricky dimakamkan di TPU Tanah Kusir, Jakarta Selatan, pada Sabtu (21/11/2020) sore.

Berita Terkait