17 November 2020 18:09 WIB
Oleh : eko

Hamilton: Juara Dunia F1 Tak Ada Artinya

JUARA Dunia balapan F1, Lewis Hamilton mengatakan menjadi pebalap paling sukses sepanjang masa tidak ada artinya kecuali ia dapat membantu mengatasi rasisme dan mendorong perubahan.

Pebalap Mercedes itu dinobatkan menjadi juara dunia untuk ketujuh kalinya di GP Turki pada Minggu, menyamai rekor yang sebelumnya dipegang oleh legenda F1, pebalap Ferrari Michael Schumacher.

Namun, pebalap Inggris berusia 35 tahun itu sekarang memiliki lebih banyak kemenangan dalam karier, posisi terdepan, dan podium daripada Schumacher dan berencana untuk menambah rekor itu.

"Bersaing dan memenangkan kejuaraan adalah hal yang hebat, tapi apa artinya sebenarnya? Itu tidak berarti apa-apa kecuali Anda dapat membantu mendorong perubahan," katanya kepada surat kabar Guardian dalam sebuah wawancara yang diterbitkan pada Selasa.

"Saya tidak bisa diam selama ini."

Wawancara tersebut dilakukan oleh Michael Eboda, kepala eksekutif Powerful Media, yang Daftar tahunannya pada hari Selasa menyebut Hamilton sebagai orang kulit hitam paling berpengaruh di Inggris.

Ia adalah satu-satunya olahragawan yang masuk dalam 10 besar, termasuk rapper dan filantropis Stormzy di nomor tiga dan pemimpin redaksi Vogue Inggris Edward Enninful di urutan kelima, dan ia orang pertama yang menduduki daftar teratas.

Hamilton telah menggunakan platformnya lebih dari sebelumnya tahun ini untuk membuat suaranya didengar tentang subjek dari ketidakadilan rasial hingga keanekaragaman dan lingkungan.

Pebalap asal Inggris itu telah membentuk komisi ahli untuk membantu meningkatkan representasi orang kulit hitam dalam olahraga motor Inggris, dan secara rutin mengambil lutut dan mempromosikan Black Lives Matter di balapan.

"Sangat simbolis untuk terus memanfaatkan platform itu dan menggunakan pesan itu," katanya.

"Dan penting untuk terus melakukannya, untuk menjaga kesadaran, karena jika tidak, makhluk ini bisa mati dengan tenang dan kembali ke masa lalu. Jadi saya tidak melihat ini berubah untuk beberapa waktu."

Hamilton mengatakan ia ingin benar-benar melihat Formula Satu yang berbeda dalam waktu 10 tahun.

"Ya, kami memiliki momen Black Lives Matter dan ada mikrofon dan orang-orang mendengarkannya, tetapi Anda harus benar-benar bekerja untuk mengaktifkan perubahan," tambahnya.

Dia mengatakan dia berbicara dengan pemegang hak komersial F1 Liberty Media untuk peran jangka panjang "untuk mencoba membantu mereka maju ke arah yang benar dan terus mendatangkan audiens baru.

"Saya mungkin akan melakukannya sebagai pekerjaan sampingan. Sejujurnya saya sangat bersemangat tentang itu," katanya.

"Di satu sisi, saya tidak ingin waktu berlalu dengan cepat. Di sisi lain, saya tidak bisa menunggu sampai saya memulai babak baru dalam hidup saya."
 

Berita Terkait