22 October 2020 14:45 WIB
Oleh : aba

Untuk Penyesuaian Iklim, Giemel Magramo Terbang ke Tokyo, Kamis (22/10)

SETELAH lima kali ditunda karena Covid-19, duél perebutan gelar kelas layang WBO yang lowong antara Giemel Magramo dan Junto Nakatani dipastikan digelar di Korakuen Hall, Tokyo, Jepang, 5 November.

Duél Magramo-Nakatani mengalami lima kali penundaan –4 April, 6 Juni, 4 Juli, 1 Agustus, dan 26 Agustus.

Kamis (22/10), rombongan Magramo meninggalkan Filipina menuju Tokyo, Jepang, agar bisa lebih menyesuaikan diri dengan iklim setempat.

Magramo, 26 tahun, mengaku siap perang melawan Nakatani (20-0-0, 15 KO), 22 tahun, salah satu petinju paling berprospek asal Jepang bersama Kosei Tanaka –yang naik ke kelas layang super dan melowongkan sabuk gelar kelas layang.

Ini akan jadi perjuangan berat bagi Magramo yang tingginya 163cm sementara Nakatani 171cm. Nakatani juga memperlihatkan kehebatannya ketika menang TKO ronde 6 atas petinju Filipina lainnya, Milan Melindo, 5 Oktober 2019.

Juni 2019, menghadapi Philip Luis Cuerdo yang juga asal Filipina, Nakatani menang KO ronde 1.

Tapi, Magramo juga punya reputasi cemerlang. Setelah kekalahan dari petinju Pakistan Muhammad Waseem, November 2016, ia menghentikan semua 7 lawan terakhirnya.

Menurut manajer Magramo, Liza Elorde dan suaminya Johnny, Magramo memiliki bakat, gairah, dan nyali untuk bisa mengalahkan Nakatani.

Magramo terbang ke Tokyo didampingi ayah sekaligus pelatih Melvin Magramo, asisten Toto Laurente, Johnny Elorde, dan putranya Juan Miguel.

Berita Terkait