22 October 2020 14:27 WIB
Oleh : eko

Legenda Balap Sepeda Indonesia Berharap Agar Oktohari Legowo Mundur dari ISSI

LEGENDA balap sepeda Indonesia, Fanny Gunawan dan Kalimanto mengaku prihatin dengan kondisi pembinaan balap sepeda di Indonesia. 

Fanny pernah merebut medali perak Asian Games 1986 Seoul, Korsel. Sementara Kalimanto peraih 3 medali emas SEA Games 1989 Kuala Lumpur, Malaysia.

Mereka prihatin dengan kondisi balap sepeda Indonesia yang prestasinya semakin menurun. Bahkan baik Fanny maupun Kalimanto sama-sama semakin kecewa lagi melihat tingkah laku pengurus ISSI sekarang yang sok tahu tapi tidak punya kemampuan mengelola pembinaan balap sepeda di tanah air.

Menurut Fanny , semestinya Ketua Umum PB.ISSI Raja Sapta Oktohari  tak usah berlama-lama di PB.ISSI. Selama kepengurusannya tak ada yang bisa dibanggakan.

‘’Kalau Pak RSO punya jiwa olahraga semestinya sportif dan legowo menyerahkan tongkat kepemiminan kepada orang lain yang memiliki komitmen kuat memajukan balap sepeda Indonesia. Jika masih ingin berkuaasa, tentu ada sesuatu yang menjanjikan di dalamnya. Saya lihat dalam kepengurusan ISSI ini  ada lingkaran setan,’’kata Fanny.

Kondisi itu diperparah dengan pengurus-pengurus lainnya yang yang tidak punya rasa malu. Tak punya kemampuan dalam mengelola balap sepeda, masih ingin berkuasa. Sudah tidak becus melakukan pembinaan, para pengurus itu masih berusaha bertahan .

Fanny lebih jauh mengatakan, rata-rata pengurus ISSI Pusat bukan dari kalangan atlet balap sepeda. Mereka berlatar pengusaha tanggung yang hanya mencari keuntungan pribadi dan bukan pembinaan balap sepeda Indonesia secara menyeluruh.  

Fanny pun mengaku sudah patah arang melihat bobroknya kepengurusan balap sepeda sekarang ini.’’Saya sudah malah bicara balap sepeda Indonesia karena kita sudah bersusah payah membina di daerah tapi tidak dihargai oleh pengurus ISSI Pusat.  

Ia kemudian memberi contoh Sutiyono atlet balap sepeda legendaris Sumatera Utara yang susah-susah melatih beberapa atlet tapi akhirnya tidak boleh ikut PON Papua hanya karena ketidakmampuan pengurus.

Kalimanto lebih keras lagi mengomentari kondisi balap sepeda Indonesia belakangan ini. Ia menyebut selama kepengurusan RSO di ISSI tak ada yang bisa dibanggakan. Dua medali emas Asian Games 2018 dari nomor sepeda gunung bukan suatu hal yang berlebihan untuk dibanggakan.

Karena di balap sepeda itu hanya nomor trek dan road yang menjadi roh, soalnya keduanya resmi dipertandingkan di Olimpiade, Asian Games dan SEA Games.

Karena itu, alangkah baiknya RSO memberikan jalan kepada orang lain untuk memimpin PB.ISSI empat tahun ke depan.’’Kalau RSO punya jiwa patriot serahkan saja kepemimpinan ISSI kepada orang lain, bukan malah menghambat. Ini sama saja ego pribadi mengubur pembinaan atlet,’’ kata Kalimanto.

Terkait Munaslub ISSI 2020, 17 Oktober lalu di Jakarta yang mengantarkan Tatang Sulaiman sebagai Ketua Umum PB.ISSI periode 2020-2024, Kalimanto secara tegas mengatakan demi perubahan di dalam perbalapsepedaan di Indonesia tentu kita menginginkan figur pemimpin baru.

‘’Saya kira Pak Tatang Sulaiman yang kesiapannya menjadi Ketua Umum PB.ISSI dengan niat memajukan balap sepeda Indonesia sudah barang tentu kita semua harus dukung. Kita harus membuang jauh-jauh ego pribadi karena balap sepeda Indonesia ini butuh pemimpin kuat sehingga bisa mengendalikan organisasi ISSI mencapai tujuan akhir yakni prestasi,’’demikian kata Kalimanto. 

Berita Terkait