16 October 2020 15:07 WIB
Oleh : eko

Swiatek Menyesuaikan Diri Sebagai Selebritis Baru

JUARA Prancis Terbuka Iga Swiatek  mencoba menyesuaikan diri dengan status selebriti barunya setelah menjadi petenis Polandia pertama yang memenangkan gelar tunggal Grand Slam.

Petenis berusia 19 tahun itu mengalahkan petenis Amerika Sofia Kenin 6-4 6-1 pada final untuk menjadi pemenang termuda Grand Slam lapangan tanah liat di Roland Garros sejak Monica Seles pada 1992.

"Sangat gila di sini," kata Swiatek kepada BBC setelah kembali ke Polandia. "Saya merasa hidup saya berubah total dan saya mencoba untuk membiasakan diri dengan itu. Saya meninggalkan Polandia yang berbeda tempat saya kembali, karena saat ini saya agak populer di sini."

Kehidupan Swiatek telah dibalik oleh kemenangannya, tetapi ia mengatakan selalu berkomunikasi dan curhat dengan pemenang Grand Slam tiga kali asal Jepang Naomi Osaka. 

"Komunikasi kami sangat intens, jika saya ada masalah selalu curhat kepadanya dan  Naomi mengirim sms kepada saya bahwa saya selalu dapat meminta nasihat atau dukungan darinya," tambahnya.

"Kami melakukan obrolan singkat di media sosial tepat setelah final. Saya merasa didukung."

Swiatek adalah wanita Polandia pertama yang mencapai final Roland Garros dalam kurun waktu 81 tahun sejak Agnieszka Radwanska tampil di final Wimbledon delapan tahun lalu.

"Pada dasarnya saya mengalami shock selama tiga hari ke depan," kata Swiatek, seraya menambahkan bahwa ia ingin sekali memiliki pengaruh terhadap perkembangan prestasi  olahraga di negaranya.

“Saya tidak bisa memberi tahu Anda emosi saya, karena saya pun tidak memahaminya.” Saya selalu ingin memenangkan keempat Grand Slam dan mendapatkan medali Olimpiade, dan saya selalu menganggapnya sebagai mimpi. Tapi sekarang, ketika saya benar-benar memenangkan Prancis Terbuka, itu akhirnya menjadi kenyataan. "

Berita Terkait