07 October 2020 17:16 WIB
Oleh : eko

Legenda Sepeda Indonesia Mengaku Pernah Dikecewakan

SALAH satu legenda sepeda Indonesia asal Sumut, Sutiyono mengaku sempat dikecewakan oleh Pengurus Besar Ikatan Sepeda Indonesia (PB.ISSI) saat ini. Ceritanya pebalap yang di masa jayanya dijuluki 'Raja Jalanan' itu sempat dilibatkan sebagai panitia dalam Asian Games 2018 Jakarta sebagai tukang parkir.

Namun Sutiyono kemudian protes kepada PB.ISSI sehingga akhirnya ditempatkan sebagai anggota juri pengawas lapangan bersama Josep Lomena, Seno dan Edwin Subekti.

"Dalam SK Panpel Asian Games 2018 khusus pertandingan balap sepeda saya hanya dijadikan tukang parkir, ini jelas tidak menghargai perjuangan  saya ketika menjadi atlet,''kata putra Jawa kelahiran Sumatera (Pujakesuma) itu.

Sutiyono, pun mengaku hanya mendapat total honor sejulah Rp.1,5 juta selama lima hari menjadi panitia. Itu pun ditransfer oleh salah satu pengurus ISSI bernama Benny ke rekening pribadinya. Sementara transfortasi pesawat Medan-Jakarta pulang pergi Rp.2,4 juta tidak ditanggung oleh panitia.

''Intinya, kata Sutiyiono dirinya nombok pada pesta olahraga antar bangsa se-Asia empat tahunan itu. Dibanding waktu jadi panitia SEA Games 2011, saya mendapat honor perhari sampai Rp.1 juta plus penginapan, makan ditanggung. Ini kok pesta olahraga Asia, malah menurun''urai pebalap yang mencatat prestasi mengesankan di tiga kali SEA Games yang dikutinya dari tahun 1977, 1979 hingga 1981, Sutiyono dengan koleksi 7 medali emas itu.

Namun Sutiyono yang menjadi juara bersama di Kejuaraan Asia 1977 di Manila Filipina bersama pebalap Jepang Toshiaki Niyawasa ini sudah melupakan perlakukan kurang manusiawi dari PB.ISSI itu.

''Biarlah itu kenangan pahit jelang akhir hayat saya, bagaimana pun juga saya bangga bisa ikut sedikit berperan dalam Asian Games 2018,''pungkas pensiunan PNS Pemkota Medan ini 

Berita Terkait