14 September 2020 17:13 WIB
Oleh : eko

Piala Thomas & Uber Harus Punya 2 Opsi

LAGA bulutangkis Thomas dan Piala Uber di tengah ketidakpastian setelah beberapa negara menarik diri karena virus corona dan seorang pemain top menyatakan keprihatinan tentang jaminan protokol kesehatan. 

Kejuaraan tim dunia putra dan putri dua kali ditunda akan berlangsung di Denmark bulan depan, dan akan menjadi turnamen internasional pertama sejak pandemi corona menghentikan kegiatan bulutangkis pada Maret.

Seperti diketahui, Indonesia, yang pernah 13 kali juara Piala Thomas, dan Korea Selatan mundur pada akhir pekan, menyusul Thailand, Australia dan Taiwan yang memutuskan untuk melewatkan acara tersebut.

Sedangkan tim tangguh lainnya seperti, China dan Jepang termasuk di antara tim yang belum mengumumkan mundur dari kejuaraan iu, tetapi dengan beberapa talenta pebulutangkis top Asia absen, membuat kejuaraan di tengah ketidakpastian. 

"Jika tren penarikan terus berlanjut, saya pikir Federasi Bulu Tangkis Dunia(IBF) memiliki dua opsi - satu membatalkan, opsi kedua adalah menunda final di kemudian hari," kata sekretaris umum Asosiasi Bulu Tangkis Malaysia Kenny Goh kepada AFP. .

Sementara pebulutangkis putri terkemuka India Saina Nehwal, yang akan bermain di kejuaraan dalam akun twitternya mempertanyakan soal jaminan protokol kesehatan si kejuaraan itu. 

"Apakah cukup aman untuk mengadakan turnamen ini selama ini ??"cuitnya.

Jika kejuaraan yang dijadwalkan pada 3 hingga 11 Oktober itu dibatalkan makan akan menjadi pukulan besar bagi dimulainya kembali bulutangkis, karena ini adalah acara terbesar yang tersisa di kalender tahun ini setelah Olimpiade ditunda.

Dua turnamen lainnya akan digelar di Denmark setelah Piala Thomas dan Uber, diikuti tiga turnamen berturut-turut sejak 10 November di kawasan Asia, dengan lokasi yang belum diumumkan.

Berita Terkait