14 September 2020 11:50 WIB
Oleh : eko

Zverev Mengaku Kesal Gelar Juara di Depan Mata Sirna

GAGAL meraih gelar US Open 2020, Alexander Zverev berjanji untuk bangkit kembali merebut gelar Grand Slam suatu hari nanti.


Petenis asal Jerman berusia 23 tahun itu mencetak dua set dan satu set break pada final Grand Slam pertamanya sebelum kalah dalam lima set dari petenis Austria Dominic Thiem.


“Saya sangat dekat untuk menjadi juara Grand Slam. Saya hanya beberapa pertandingan lagi, mungkin beberapa poin lagi, ”kata Zverev dengan sedih kepada wartawan.

“Bagi saya yang paling membuat saya kesal bukanlah set ketiga, itu set kelima,”katanya yang mengaku kecewa saat ia unggul dengan skor 5-3.


“Saya memiliki banyak peluang pada set kelima dan tidak memanfaatkannya,” tambahnya.


Unggulan kedua Thiem mengalahkan unggulan kelima Zverev, 6-2 6-4 , 4-6 3-6 6-7(6/8) dalam waktu 4 jam 2 menit.

Itu adalah pertama kalinya dalam sejarah era US Open di mana seorang pemain telah pulih dari kehilangan dua set pembuka untuk memenangkan gelar.

Itu juga pertama kalinya final diselesaikan dengan tie-break.

Zverev mengatakan menyakitkan untuk kalah dengan cara yang dia lakukan.

“Jelas menjadi dua set untuk dicintai dan putus di final Grand Slam kemudian kalah itu tidak mudah,” katanya kepada wartawan.

Penampilan debut Zverev di dua besar turnamen utama tenis terjadi setelah ia mencapai semifinal Australia Terbuka awal tahun ini.

Zverev mengatakan mentahnya kekalahan di Flushing Meadows berarti terlalu dini untuk mengatakan apakah dia telah mengambil hal positif untuk melangkah lebih jauh.

"Pertanyaan itu mungkin dua, tiga hari terlalu dini untuk ditanyakan sekarang," katanya.

Tetapi petenis Jerman, yang datang ke turnamen peringkat ketujuh dunia, menambahkan bahwa ia yakin dia akan merebut jurusan tenis di masa depan.

"Saya berusia 23 tahun. Saya rasa ini bukan kesempatan terakhir saya. Saya yakin bahwa saya akan menjadi juara Grand Slam pada suatu saat, ”katanya. 

Berita Terkait