10 September 2020 14:00 WIB
Oleh : eko

Johansyah Lubis Layak Dapat Penghargaan di Haornas

MENDAPAT penghargaan kategori pelatih dari Kemenpora (Pemerintah) merupakan suatu kebanggaan tersendiri bagi Dr. Johansyah Lubis dalam Haornas 2020 yang digelar di GOR POPKI, Cibubur, Jakarta, Rabu (9/9).

Mantan atlet nasional yang kini menjabat sebagai Dekan Fakultas Ilmu Olahraga (FIO) Universitas Negeri Jakarta (UNJ) hampir selama hidupnya didedikasikan dalam dunia olahraga. Segudang gelar yang dipersembahkan bagi Merah-Putih melalui dunia olahraga seperti halnya meraih medali emas SEA Games Manila (1991), menjadi nomor satu sekaligus tampil sebagai Pesilat Terbaik pada Kejuaraan Internasional 1 Perisai Diri, Semarang (1987).

Selain menjadi pesilat handal ditingkat internasional, juga andal dalam urusan mentransfer ilmu silat. Johansyah Lubis juga memiliki pengalaman sebagai pelatih DKI pada PON Jakarta (1994), Surabaya (2000), Palembang (2004) PON Samarinda (2008). PON Riau (2012), Pelatih Nasional pada SEA Games Brunei Darussalam (1999), Malaysia (2001), Vietnam (2003), dan Filipina (2005) Tak hanya itu, dirinya pun dipercaya untuk menjadi pelatih untuk Kejuaraan Dunia Jakarta (2000), Malaysia (2007), Philipina (2003)

Sebagai atlet dengan deretan prestasi yang mentereng, dirinya pernah mendapat penghargaan dari Sri Sultan Hamengkubuwono X, pada HUT PD ke 50 di Yogyakarta (2005) Sedangkan KONI Pusat, menyematkan penghargaan kepadanya sebagai pelatih yaitu “Satya karya Bina olahraga tahun 2005

Setelah pernah merasakan menjadi atlet, pelatih dan dosen hingga saat ini, pria yang pernah diamanati sebagai Kepala Pembinaan Prestasi Satuan Pelaksana Program Indonesia Emas (Satlak Prima) itu juga memiliki segudang pengalaman dibidang organisasi, antara lain sebagai Ketua bidang pembinaan Prestasi Pengurus Daerah IPSI DKI Jakarta 1994-1999 dan 1999-2005 Asisten Lembaga Pelatih
Pengurus Besar IPSI 1999-2003 (2003-2007),

Begitu juga sebagai Tim Teknis dan konsultan pelatih-pelatih Sekolah Ragunan proyek Kemenpora 2006-2008 Tim Satgas Pelatnas SEA Games 2007 Thailand, Ketua bidang kompetisi Program Indonesia Emas (Prima) (2013). Ketua komisi pembibitan KONI Pusat (2007-2011), wakil ketua Bidang Pembinaan Prestasi KONI Pusat 2011-2015

Bahkan dirinya pun telah memproduksi karya ilmiah antara lain, Pembelajaran mata kuliah penjas adaptif melalui gaya mengajar penemuan terpimpin (2004), Pembelajaran dengan The Inclusion Style dalam praktek Kuliah Pencak Silat (2003), Penyusunan dan pengembangan Dayaledak pada cabang Beladiri (2005), Pembelajaran Mata kuliah anggar melalui Pola Gerak Dominan (2005).

Dengan segudang pengalaman yang dimiliki Johansyah tampaknya tidak berlebihan bila Kemenpora sebagai wakil dari pemerintah memberikan penghargaan dalam Haornas tahun 2020 di GOR POPKI Cibubur Jakarta. 

Berita Terkait