15 July 2020 13:03 WIB
Oleh : aba

Shakhram Giyasov Asal Uzbekistan, Ingin Rajai Kelas Welter

SHAKHRAM Giyasov asal Uzbekistan sudah cukup lama menginjakkan kakinya di Amerika Serikat untuk mengejar kariér profesionalnya. Ia datang dengan ambisi besar, menguasai kelas welter [66,7kg].

“Target saya menjadi raja pound-for-pound. Saya pasang target tinggi karena saya yakin pada kemampuan saya dan tim pendukung saya. Bersama-sama kami bisa mencapai puncak,” ujar petinjy 27 tahun kelahiran Bukhara ini (lahir 7 Juli 1993).

Giyasov segera mengumumkan dirinya beralih ke pro setelah merebut emas Kejuaraan Dunia 2017 di Hamburg, Jerman. Di situ ia juga terpilih sebagai The Best Boxer. Di Olimpiade Rio 2016, Giyasov merebut perak.

Sejauh ini, Giyasov menang KO 7 kali dari 9 kali naik ring sejak debutnya pada Maret 2018.

Pada duél melawan Emanuel Taylor, Giyasov dipaksa hanya menang angka untuk merebut gelar kelas ringan super [63,5kg] WBA International, April 2019. Ia mempertahankan sabuk gelarnya dengan kemenangan TKO ronde 1 atas Darleys Perez, Agustus 2019. Giyasov hanya butuh waktu 41 detik melalui hook kiri untuk menyudahi perjuangan Perez.

Buat Giyasov, itu isyarat bagi siapa pun yang mau menjajal kemampuannya, termasuk Francisco Hernandez Rojo yang akan ia hadapi di Tulsa, Oklahoma, AS, 15 Agustus 2020.

Duél itu, sama sepeperti duél-duél berikutnya, adalah perjuangan bukan hanya untuk menang, tapi juga memperbaiki kehidupan.

“Kami semua berasal dari anak-anak miskin dari desa. Tak ada yang kami miliki. Kami bertarung untuk meraih sesuatu,” katanya.

“Rojo petarung sejati,” puji Giyasov terhadap Rojo yang belum pernah mencium kanvas. “Ia belum pernah dijatuhkan lawan. Ia kuat dan terus maju. Tapi, itu  yang saya butuhkan. Saya siapkan diri untuk duél terberat.”

Setelah duél ini, kemungkinan besar Giyasov akan naik ke kelas welter untuk mengejar duél-duél lebih berat dan jadi juara dunia.

Berita Terkait