01 July 2020 07:36 WIB
Oleh : aba

Keluh Kesah Oscar De La Hoya: Sulitnya Mencari Lawan buat Canélo

Saul Canelo Alvarez, Ryan Garcia, & Oscar De La Hoya.

SAUL Canélo Alvarez kemungkinan naik ring pada 12 September 2020. Tapi, menyimak wawancara Promotor Oscar De La Hoya dengan Cynthia Conte, mendingan Anda jangan terlalu berharap dulu.

Sesuai kontrak dengan DAZN, Canélo menerima bayaran 33 juta dolar AS  atau Rp470,796 miliar per pertarungan. Itu angka yang luar biasa besar. Dan, dalam situasi seperti sekarang, di mana pertarungan digelar tanpa penonton, itu bisa disebut angka albatros.

"Jika Anda gelar pertarungan di Las Vegas, di T-Mobile Arena, apakah boleh terbuka untuk umum? Kami belum tahu," katanya.

"Kita tahu Bob Arum telah menggelar pertarungan-pertarungan kecil tanpa penonton, atau mungkin beberapa penonton, tetapi itu benar-benar tidak akan cukup banyak orang untuk bisa menghasilkan uang.”

“Itu masalah besar. Itu salah satu perhatian utama kami. Bagaimana kami membayar Canélo, dan bagaimana kami membayar lawannya? Belum lagi Anda harus menggelar sedikitnya empat pertarungan undercard dan semua tes (Covid-19) yang harus kami lakukan. Ini masalah besar, tapi kami akan coba mengatasinya."

Itu jadi salah satu alasan mengapa Anda tak boleh terlalu berharap Canélo akan bertarung pada September nani. Saat itu, belum ada jaminan 20 ribu penonton diperbolehkan mendapatkan tiket dan menyesaki T-Mobile Arena.

Ada rumor bahwa pada September itu Canélo akan bertarung trilogi dengan Gennadiy Golovkin.

“Pertarungan dengan Golovkin, kami butuh penonton,” tambah De La Hoya. “Sampai kami dapat info yang mengisyaratkan duel digelar dengan penonton, kami tak bisa memaksakan duel itu terjadi.”

“Percayalah, kami bekerja keras setiap hari. Melihat apa yang terjadi, dan memprediksi apa yang akan terjadi. Kami ingin membuat semua orang bahagia. Duel Canélo-Golovkin adalah yang terbaik bagi semua orang.”

De La Hoya juga menegaskan, Canélo tak pernah menolak lawan, tapi ia tentu tak bisa bertarung dengan siapa saja yang tak punya nama.

“Canélo ingin lawan terbaik setiap waktu. Kami belum bisa sebutkan nama saat ini. Saya benci menyebut nama. Karena, begitu saya sebut sebuah nama, mereka akan tambahkan angka 0 dalam negosiasi. Jadi, saya takkan sebut nama saat ini.”

De La Hoya menambahkan, bahwa petinju zaman sekarang seperti berlomba mendapatkan peluang untuk pertarungan dengan bayaran mahal.

“Ketika Anda menolak seseorang, Anda memasang harga mahal. Dan, sayangnya, banyak petinju kini memiliki para penasihat buruk,” katanya lagi, mengindikasikan ia menyindir petinjunya sendiri, Ryan Garcia.

“Mereka tak sadar bahwa kita hidup di era berbeda. Anda kini tak bisa mendapatkan bayaran yang sama, itu mustahil. Yang harus Anda lakukan saat ini mengurangi angka 0, bukan menambahkannya.”

“Ketika Anda mendapat tawaran bertarung dengan Canélo, tak berarti nilai Anda naik meroket. Itu hanya akan membuat Anda mendapatkan bayaran sedikit lebih baik dibandingkan sebelumnya. Tapi, yang masuk akal. Persoalan besar adalah petinju-petinju sekarang memasang harga terlalu mahal.”

Berita Terkait