16 June 2020 17:40 WIB
Oleh : eko

Jika Olimpiade 2021 Juga Harus Tertunda, Perlu Solusi Lain

SALAH seorang anggota dewan eksekutif dari panitia penyelenggara Olimpiade Tokyo mengatakan harus dicari solusi jika pada akhirnya Olimpiade 2021 juga terpaksa ditunda. 

Seperti diketahui, Olimpiade Tokyo akan diadakan tahun ini tetapi ditunda karena endemi Covid-19. Saran itu datang dari Haruyuki Takahashi dalam sebuah wawancara yang diterbitkan Senin di surat kabar olahraga Jepang Nikkan Sports.

"Prioritas utama adalah membuat upaya bersama agar Olimpiade pada musim panas 2021 tetap berjalan sesuai rencana," kata Takahashi.

Ia mengatakan jika itu tidak mungkin "kita harus mencari solusi sekali lagi untuk mendapatkan penundaan lagi."

Diperkirakan, untuk menunda penyelenggaraan Olimpiade Pemerintah Jepang menghabiskan dana sekitar 2 miliar hingga 6 miliar dollar AS, yang sebagian besar akan dibebaskan ke pembayar pajak di Jepang.

Presiden Komite Olimpiade Internasional Thomas Bach dan Ketua Panitia Lokal Yoshiro Mori sama-sama mengesampingkan penundaan lain dan mengatakan pertandingan akan dibatalkan jika pertandingan tidak dapat dibuka pada 23 Juli 2021. 

Ia dilaporkan telah menerima jutaan dolar dari panitia bidding tuan rumah Tokyo untuk melobi anggota IOC ketika Tokyo dipilih pada 2013 di Buenos Aires, Argentina, mengalahkan Madrid dan Istanbul.

Takahashi adalah mantan karyawan agensi periklanan Jepang Dentsu, Inc., yang telah dipercaya membantu Tokyo ditunjuk sebagai tuan rumah Olimpiade. Dentsu adalah agen pemasaran eksklusif untuk Olimpiade Tokyo dan telah berperan penting dalam menyusun rekor 3,3 miliar dillar AS untuk sponsor lokal.

Investigasi Perancis telah menyentuh peran Dentsu dalam pendaratan Olimpiade, termasuk melobi Lamine Diack. Diack adalah anggota IOC ketika Tokyo dianugerahi Olimpiade dan juga mantan Presiden IAAF. Diack diadili di Paris atas tuduhan korupsi yang terpisah dari dugaan pembelian suara pada 2013. Tuduhan pembelian suara memaksa pengunduran diri Tsunekazu Takeda tahun lalu, presiden Komite Olimpiade Jepang. 

Berita Terkait