02 June 2020 10:33 WIB
Oleh : eko

Sejumlah Klub Prancis Kecam Penghentian Liga Secara Prematur

SEJUMLAH presiden klub Ligue 1 Prancis bergabung untuk mengkritik keputusan penghentian liga secara prematur pada April  karena virus corona. 

Sebelumnya, Perdana Menteri Prancis Edouard Philippe mengatakan lima pekan lalu bahwa kompetisi tidak dapat dilanjutkan kembali, sementara Bundesliga Jerman telah dimulai kembali, begitu juga La Liga Spanyol, Serie A Italia dan Liga Premier Inggris akan bergulir pada akhir bulan ini.

"Mulai April, kami adalah satu-satunya liga di antara lima besar Eropa yang mengusulkan dimulainya kembali musim ini," kata Waldemar Kita di Nantes dalam sebuah pernyataan oleh Premiere Ligue, persatuan pimpinan liga.

"Kami lebih dulu selesai, kami diejek. Kami sebenarnya adalah motor agar kompetisi bergulir kembali. Namun sayangnya, kami tetap berada di tempat yang sama," tambah Kita.

Sementara Bos Lille, Lille Gerard Lopez mengatakan langkah itu dianggap 'sangat brutal'.

"Kami terus mengatakan bahwa kami berusaha mengejar empat liga besar lainnya di Eropa, Kami sendirian. Mungkin di Prancis sepakbola tidak mendapat prioritas seperti di negara lain," tambahnya.

Senada juga dikemukakan Bos Saint-Etienne, Bernard Caiazzo, yang mengatakan bahwa keputusan penghentian liga tanpa berdiskusi dengan klub. 

"Kami tidak bertanggung jawab, mereka yang bertanggung jawab adalah Perdana Menteri dan pemerintah. Mereka memiliki informasi yang tidak kami miliki," kata Caiazzo.

"Anda bisa bertanya apakah pemerintah memutuskan terlalu cepat. Apakah ada diskusi dengan klub? Tidak. Apakah ada diskusi dengan negara lain? Tidak," tambahnya.

Lyon, yang pemimpinnya Jean-Michel Aulas telah gencar mengkritik sejak keputusan 30 April dengan timnya diatur untuk kehilangan Eropa musim depan, dan Amiens yang terdegradasi akan menantang keputusan di pengadilan administrasi tertinggi Prancis pada 4 Juni.

Selain itu, Toulouse adalah di antara klub lain yang diharapkan untuk mengajukan banding.

Berita Terkait