01 June 2020 21:49 WIB
Oleh : aba

Mengenang Duel, Jessie Vargas Kagumi Kecepatan Tangan Manny Pacquiao

Tanggal: 5 November 2016
Tempat: Thomas & Mack Center, Las Vegas, AS
Hasil: Pacquiao menang angka mutlak
Skor: Glen Feldman 118-109; Dave Moretti 114-113; Glenn Trowbridge 118-109
Wasit: Kenny Bayless
Status: Perebutan gelar kelas welter WBO

JESSIE Vargas, mantan pemegang dua gelar dunia, mengenang duelnya melawan Manny Pavquiao seraya mengatakan Pacquiao adalah lawan terbaik yang pernah ia hadapi di atas ring.

Menurut Vargas, asset terbesar Pacquiao adalah kecepatan tangannya yang seperti kilat (lightning fast speed).

Pacquiao, juara di delapan kelas, masih berusia 37 ketika mereka berjumpa saat itu. Vargas berusia 27. Pacquiao sempat menjatuhkannya dan menang dengan angka mutlak.

Kekalahan itu membuat Vargas harus kehilangan sabuk gelar dalam duel pertama sejak ia menang TKO ronde 9 atas Sadam Ali dalam laga perebutan gelar lowong WBO.

Dikatakan Vargas, faktor kunci Pacquiao adalah kecepatan, bukan power. Vargas mengaku tak begitu merasakan kerasnya pukulan Pacquiao dalam duel itu. Pukulan cepat beruntun Pacquiao membuatnya harus susah payah. Pukulan Pacquiao layaknya hujan deras.

“Kecepatannya berbahaya. Jika Anda tak melihat pukulannya, ia bisa menjatuhkan Anda,” kata Vargas dalam acara Matchroom Lockdown Tapes. “Mungkin ada yang memuji kekerasan pukulannya, tapi yang utama adalah kecepatannya. Saya yakin ia punya power punch, tapi saya tak merasakannya dalam pertarungan itu, sejujurnya.“

“Saya memulai pertarungan dengan sangat baik, dan kemudian saya kena  pukulan di ronde kedua. Lalu saya coba masuk dan siap mendaratkan pukulan kanan keras, dan saya terbuka. Tapi kemudian saya melihat ia masuk dengan tangan straight kiri. Sontak saya membatin, ‘Oh, tidak, saya pun mundur.“

"Jadi, bukannya memukul, saya malah menarik diri. Ia lalu memukul saya dengan straight kiri. Tak begitu terasa. Tapi karena saya sedang mundur, saya terjatuh. Itulah yang terjadi di ronde itu.“

“Itu pertarungan bagus. Saya berikan segalanya. Saya melontarkan pukulan sebanyak yang saya bisa. Segalanya terjadi. Itu pelajaran yang luar biasa.”

Berita Terkait