23 May 2020 19:04 WIB
Oleh : eko

Pochettino Disebut-sebut Calon Kuat Pelatih Newcastle

MAURICIO Pochettino disebut-sebut sebagai calon kuat menggantikan Steve Bruce di Newcastle United jika jadi diambil-alih Arab Saudi. 

Pochettino yang sebelumnya melatih di Totenham Hotspurs, pelatih asal Argentina itu membawa Spurs ke final Liga Champions tahun lalu tetapi timnya dikalahkan 0-2 oleh Liverpool. Ia dipecat pada bulan November, mengakhiri trofi yang sukses tetapi akhirnya kurang 5-1 / 2 tahun bertanggung jawab atas klub.

"Saya suka Inggris," kata Pochettino kepada Sky Sports. "Gagasan saya adalah tetap tinggal di London, tetapi pada saat yang sama saya terbuka untuk berbagai negara, untuk mendengarkan dan melihat apa yang terjadi.

"Saya siap dan kami memiliki staf pelatih yang jauh lebih baik sekarang. Kami telah belajar banyak dari pengalaman kami di Espanyol, Southampton dan Tottenham. Kami memiliki banyak hal untuk diberikan kepada orang-orang yang akan mempercayai kami di masa depan," tandanya.

Ia mengatakan tentang dirinya dan asisten pelatih Jesus Perez, pelatih kiper Toni Jimenez dan lainnya yang ia bawa bersamanya dari klub-klub sebelumnya. Pochettino mengatakan status klub berikutnya tidak sepenting rencana mereka.

"Ada dua hal yang penting - satu adalah ... para penggemar yang ada di belakang setiap klub," kata Pochettino.

"Itulah struktur yang membuat semua perusahaan yang menyediakan hiburan itu sepakbola tetap hidup.Yang lain adalah gagasan klub. Setiap klub dan perusahaan memiliki budaya, filosofi, cara kerja yang berbeda. Mereka semua memiliki rencana berbeda untuk sukses."

"Untuk menjadi sukses di satu klub, Anda harus memenangkan Liga Champions atau Liga Premier, tetapi bagi yang lain harus finis di empat atau enam teratas."

Pochettino menyarankan ia juga terbuka jika ada tawaran dari klub di luar enam besar Liga Inggris.

"Masalahnya adalah klub mana yang berada di enam teratas? Enam teratas selalu berubah. Tottenham tidak ada di enam besar, Arsenal tidak ada di enam besar," kata Pochettino.

"Kamu harus menghormati semua klub. Semua klub bekerja sangat keras dan menginvestasikan uang ... Aku pikir kamu tidak bisa meremehkan klub mana pun."

Berita Terkait