19 May 2020 09:10 WIB
Oleh : eko

Menteri Olahraga Prancis Katakan Tindakan Hentikan Liga Sudah Tepat

MENTERI Olahraga Prancis, Roxana Maracineanu mengatakan langkah pemerintah mengakhiri Liga Prancis secara prematur dinilai sudah tepat. Meski kompetisi sepakbola Jerman bergulir di tengah pandemi Covid-19. 

Menurutnya, kebijakan pemerintah Prancis dan Jerman tentunya berbeda.

"Bagi kami yang paling penting memberikan prioritas kesehatan dan kesejahteraan psikologis para pemain. Sementara,  pertimbangan secara ekonomi di negara-negara lain memang lebih diutamakan," kata Roxana Maracineanu dalam kunjungan ke institut berperforma tinggi Prancis ( INSEP) di pinggiran Kota Paris.

Kompetisi sepakbola Prancis telah dinyatakan berakhir dengan juara Paris Saint-Germain, sementara Bundesliga dilanjutkan pada Sabtu, di stadion tertutup.

"Setiap negara dipengaruhi secara berbeda" oleh Covid-19, kata Maracineanu, yang juga menunjuk ke sistem federal Jerman di mana "daerah membuat keputusan sendiri, apakah itu untuk membuka kembali sekolah atau melanjutkan olahraga."

Sementara "taruhannya tidak sama di Jerman dan Prancis", Menteri mempertanyakan "gagasan keadilan" dalam hal dimulainya kembali kompetisi Eropa, khususnya Liga Champions, di mana PSG telah mencapai delapan besar dan Lyon memegang 1 Memimpin -0 atas Juventus dalam 16 pertandingan terakhir.

"Ada beberapa yang telah memilih untuk melanjutkan kompetisi mereka, karena, tanpa keraguan, dan saya tahu ini setelah membicarakannya dengan rekan-rekan saya dari negara-negara sepakbola Eropa, itu adalah masalah ekonomi yang dipertaruhkan," tegasnya.

"Saya pikir bahwa dalam periode yang kita jalani, keputusan yang dipandu oleh kepedulian terhadap kesehatan dan aspek kesehatan tidak dapat dipertanyakan," tambahnya.

Keputusan Ligue 1 telah menyebabkan kemarahan di antara beberapa pemilik klub seperti, Presiden Lyon Jean-Michel Aulas, yang klubnya yang mengaku mengalami kerugian besar.

Namun, Maracineanu mengatakan jeda itu bisa menjadi kesempatan bagi olahraga untuk berefleksi.

"Kita bisa memanfaatkan momen ini untuk bertanya pada diri sendiri selain dari sekadar 'apakah aku yang pertama, kedua atau menjadi yang ketiga?'

Berita Terkait