14 May 2020 20:26 WIB
Oleh : eko

Fonseca Rindu Suasana Kompetisi Sebelum Pandemi Covid-19

PELATIH AS Roma Paulo Fonseca mengatakan dirinya merindukan suasana baik di dalam maupun luar lapangan ketika sebuah tim bermain di kompetisi.

Menurutnya, suasana selebrasi merayakan gol di lapangan, berjabat tangan antar sesama pemain, serta berpelukan di ruang ganti pemain usai pertandingan adalah hal yang akan dirindukan. 

Berbicara melalui situs web klub, pelatih asal Portugis itu menggambarkan betapa pentingnya hal itu dalam sepakbola. Sayangnya, di tengah pandemi Covid-19 kompetisi memberlakukan protokoler yang melarang semua kebiasaan itu. 

 Dikatakan Fonseca, ia mendukung sepenuhnya protokoler itu, walaupun mereka akan sulit untuk beradaptasi. "Sulit bagi saya untuk membayangkan bermain tanpa dukungan penonton di belakang kami - dan terutama bermain tanpa pelukan itu," katanya.

"Ya, pelukan itu - yang kita gunakan untuk merayakan momen terbaik dalam sepak bola - gol. Saat ketika pencetak gol menghilang ketika dikerubuti rekan-rekannya," ungkapnya. 

Ia kemudian teringat pada pertandingan di musim pertamanya di Ukraina Shakhtar Donetsk di mana mereka datang dari dua gol untuk menang 3-2 di menit-menit terakhir. "Semua pemain berlari ke arah saya dan memeluk saya untuk merayakan gol terakhir. Saya tidak akan pernah melupakan itu," katanya.

Favorit lain termasuk yang mengikuti kemenangan adu penalti Braga atas Porto di final Piala Portugal 2016 dan gol yang membawa timnya Pacos de Ferreira ke playoff Liga Champions pada 2013. "Bagaimana rasanya tanpa pelukan di awal atau akhir pertandingan dengan manajer oposisi? " dia bertanya-tanya.

"Di sini, di Italia, ada begitu banyak orang yang ingin saya peluk, karena berbagai alasan. Dan bagaimana saya akan menawarkan dukungan kepada para pemain saya, di saat-saat sulit, tanpa pelukan?" "Hal tersulit yang saya bayangkan adalah ruang ganti tanpa pelukan," tambahnya. "Gerakan sederhana itu mentransmisikan sesuatu yang tidak pernah bisa dilakukan oleh kata-kata."

Tidak ada, tambahnya, yang lebih baik dari bek Roma Argentina Federico Fazio. "Dia mengerti dan mewujudkan momen itu tidak seperti yang lain. Sungguh pelukan. Sungguh gairah! Sungguh energi! Luar biasa. Sepakbola, saya yakin, tidak akan sama tanpa pelukan itu."

Berita Terkait