14 April 2020 20:22 WIB
Oleh : eko

PSSI Harus Pilih Sekjen  yang Faham Statuta & Mampu Berkomunikasi Baik dengan Semua Pihak

Catatan : Hifni Hasan SH MH (Mantan Sekjen KOI) 

PSSI belum juga berubah.
Pekan ini pencinta sepakbola dikejutkan dengan mundurnya Ratu Tisha sebagai Sekjen PSSI.


PSSI tidak boleh mati pasca mundurnya Ratu Tisha karena masih terlalu banyak anak bangsa yang secara sukarela dan keilmuan mampu menjadi Sekjen PSSI. Federasi sebenarnya tidak perlu lagi sulit mencari Sekjen baru, sebab ada sejumlah nama yang masih layak yang ikut pada waktu bidding terbuka fit and proper bersama Ratu Tisha mereka diantaranya Alief Syachviar, Alvin dan saya sendiri sebagai Mantan Sekjen KOI merasa siap jika.diminta. Nama tersebut masih layak karena waktu test belum sampai 4 tahun untuk organisasi.

Masih ingat banyak isu beredar  pada waktu fit and proper test diduga kuat Tisha sudah di plot oleh Joko Driyoni dengan cara menutupi kinerja organisasi sekaligus akal-akalan saja. Maka di buka test terbuka untuk test calon Sekjen.

Pada saat terpilihnya Ratu Tisha saya punya opini bahwa Tisha lebih banyak ke bisnis semata mata karena tidak punya back ground berorganisasi sebagai Sekjen atau pengurus di Cabor. Dugaan saya benar dengan banyaknya yang obious of power karena ketidak pahaman membaca statuta PSSI secara baik, bahkan dengan tanpa adanya keputusan Exco Tisha menjadi members AFC. Padahal seharusnya hal-hal tersebut harus melalui Prosesur diantaranya usulan Exco ke Ketum PSSI.
 
Saya berharap Sekjen ke depan punya pengalaman di organisasi cabang olahraga dan memahami statuta FIFA dan PSSI. Bahwa Sekjen adalah pekerja yang di bayar untuk menjalankan roda organisasi. Selalu berkoordinasi dan sanggup menjalankan perintah yang di buat oleh exco dan Ketum PSSI. Pada akhirnya Sekjenlah yang membantu Ketum untuk menyelesaikan apa yang menjadi pekerjaan Ketum. Sekjen di bantu komite untuk mensukseskan program kerja Ketum.

Sekjen harus mampu menjawab tantangan pekerjaan. Ia harus sosok yang punya kemampuan komunikasi dengan baik dengan stake holder sepakbola Nasional, dengan FIFA AFC dan members PSSI serta dengan Pemerintah termasuk DPR RI.

Berita Terkait