27 March 2020 23:33 WIB
Oleh : aba

Inilah 10 Jago Kelas Welter Versi Forbes

SAAT ini, tinju kelas welter jadi kelas yang cukup seksi. Menarik, misalnya, menunggu duel Errol Spence Jr, juara WBC dan IBF, berjumpa Terence Crawford, juara WBO.

Atau duel Manny Pacquiao, juara WBA super melawan Spence Jr atau Crawford.

Josh Katzowitz dalam tulisannya di Forbes mengurut 10 Besar kelas welter [66,7kg) periode Maret-April 2020. Berikut urutannya:

Errol Spence Jr (26-0-0, 21 KO)


Pascakecelakaan mengerikan, Spence mengaku berencana naik ring, Juni. Tapi, wabah global Covid-19 mengacaukan semuanya. Dengan posisi teratas, Spence dianggap Forbes bisa mengalahkan siapa pun di kelas welter., meskipun faktanya ia hanya menang angka split atas Shawn Porter.

Terence Crawford (36-0-0, 27 KO)


Jika Crawford jumpa Spence tahun ini atau 2021, Katzowitz mengunggulkan Crawford. Tapi, ia tak menempatkan Crawford di posisi teratas karena, seperti kata Regis Prograis, belum banyak yang dibuktikan Crawford di kelas welter. Jika jumpa Spence setelah 2021, usianya 33 atau 34 dan ia tak lagi favorit.

Manny Pacquiao (62-7-2, 39 KO)


Pacquiao bisa disebut fenomenal. Di usia 41 masih jadi petinju elite di kelasnya. Setelah kalah dan kehilangan gelar WBO dalam duel lawan Jeff Horn 2017, Pacquiao memenangkan dua pertarungan penting dan puncaknya menang angka split atas Keith Thurman untuk merebut gelar WBA super. Di usia 41, Pacquiao mungkin berat bisa mengalahkan Spence Jr. Tapi, selebihnya, siapa pun dalam daftar 10 Besar kelas welter ini bisa kalah dari Pacquiao.

Shawn Poster (30-3-1, 17 KO)


Ia tak bisa dikatakan sepenuhnya berskill, tapi tetap sangat berbahaya bagi siapa pun. Danny Garcia pernah kalah angka dari Porter dan ia hanya kalah angka split dari Spence Jr. Ia juga hanya kalah angka dari Thurman. Jika dipertemukan dengan Pacquiao, duel hampir pasti menarik.

Danny Garcia (36-2-0, 21 KO).


Kekalahan angka dari Shawn Porter menggagalkan ambisi Garcia merebut gelar lowong kelas welter WBC. Tapi ia pernah jadi juara welter WBC sebelum kalah dari Keith Thurman dengan angka split. Ia juga pernah jadi juara kelas welter ringan. Karena itu, Garcia tetap berbahaya bagi siapa pun karena kepintarannya di atas ring.

Keith Thurman (29-1-1, 22 KO)


Agak sulit menempatkan Thurman di kelas ini. Satu-satunya kekalahan dialaminya dari Pacquiao dengan angka split. Ia juga pernah menang angka split atas Danny Garcia. Kariernya agak tersendat karena bergelut dengan cedera selama 22 bulan. Itu yang menggerus kemampuannya. Sejak pulih, ia tak sepenuhnya seperti Thurman sebelumnya. Duel Thurman dengan siapa pun di kelas ini akan menarik. Tapi, ia juga bisa kalah dari siapa pun saat ini.

Yordenis Ugas (25-4-0, 12 KO).


Rekornya kurang mengesankan memang. Tapi, ia memenangkan 10 dari 11 duel terakhirnya. Satu-satunya kekalahan itu dari Shawn Porter dengan angka split, di mana pengamat menganggap ia lebih layak menang. Sebelum menang RTD ronde 7 atas Mike Dallas Jr, Ugas menang angka atas Omar Figueroa Jr. Ugas layak mendapat peluang pertarungan besar

Mikey Garcia (40-1-0, 30 KO)

Ia pernah jadi juara kelas ringan WBC dan IBF. Ia kalah angka dalam duel perebutan gelar welter IBF dari Spence Jr. Setelah menang atas Jessie Vargas, Februari 2020, Garcia mengaku ingin tetap di kelas welter dan tak kembali ke kelas ringan. Tapi, sejatinya, ia akan lebih bagus jika bermain di kelas ringan super/welter junior atau ringan.

Sergey Lipinets (16-1-0, 12 KO).

Lipinets mengalami satu-satunya kekalahan dari Mikey Garcia dan kehilangan gelar kelas welter junior IBF. Di tiga duel berikutnya, Lipinets tampil mengesankan, terutama saat menang TKO ronde 10 atas Lamont Peterson. Lipinets masih menginginkan duel kedua melawan Garcia di kelas welter. Tapi, Garcia nampaknya tak tertarik. Terlalu berisiko dengan bayaran yang kurang memadai.

Vergil Ortiz (15-0-0, 15 KO)

Ortiz jadi salah satu calon bintang paling bersinar di kelas welter saat ini. Muda, 22 tahun, ia memenangkan 15 duelnya dengan KO. Lawan-lawan seperti Mauricio Herrera dan Antonio Orozco pun tak berdaya di hadapannya. Ia memang masih terlalu belia untuk menghadapi petinju elite, khususnya para juara di kelas welter saat ini. Tapi, saatnya akan datang.

Berita Terkait