25 March 2020 19:03 WIB
Oleh : eko

Penundaan Olimpiade Bisa Jadi Berkah bagi Tenis Pro

PENUNDAAN Olimpiade Tokyo telah mengecewakan para atlet di seluruh dunia tetapi, jika pandemi virus corona mereda selama beberapa bulan ke depan, itu bisa berubah menjadi berkah bagi dunia tenis.

Olimpiade Tokyo, awalnya dijadwalkan 24 Juli-Agustus. 9, ditunda hingga 2021 pada  Selasa karena pesta olahraga terbesar di dunia itu terancam di tengah-tengah wabah Covid-19. 

Cabang olahraga tenis juga terkena dampak penyakit seperti flu yang telah menewaskan lebih dari 17.200 orang di seluruh dunia sejak muncul di Cina akhir tahun lalu.

Tur tenis profesional telah ditangguhkan hingga 7 Juni, menunda semua jadwal  musim turnamen lapangan tanah liat dan membuat para petenis profesional harus menghitung biaya kerugian mereka dari penundaan itu. 

Jadwal itu semakin kacau setelah Federasi Tenis Prancis (FFT) tampaknya mengambil  keputusan sepihak untuk memindahkan turnamen lapangan tanah liat French Open ke 20 September-4 Oktober, karena wabah.

Sebagian besar pemain tenis top di dunia diharapkan berada di Tokyo tampil di Olimpiade, yang dijadwalkan diadakan antara 25 Juli- 2 Agustus, dan sekarang akan memiliki waktu luang dalam jadwal mereka yang padat karena penundaan Olimpiade. 

Sementara turnamen tenis Wimbledon di lapangan rumput dijadwalkan akan dimulai pada 29 Juni.

Jadwal revisi French Open berarti Grand Slam akan dimulai tujuh hari setelah AS Terbuka diadakan di hardcourt di Flushing Meadows, New York, dan akan bentrok dengan turnamen ATP di Metz, St. Petersburg, Chengdu, Sofia, dan Zhuhai.

Sedangkan turnamen tenis WTA di Guangzhou, Seoul, Tokyo dan Wuhan dan Laver Cup, yang dibuat bersama oleh Roger Federer dan bagian dari kalender Tour ATP, juga berada dalam rentang tanggal yang sama.

Meskipun Olimpiade tidak menawarkan poin peringkat atau hadiah uang, Olimpiade selalu memikat para pemain top dengan kemenangan.

Stan Wawrinka, pemenang Grand Slam, menyambut baik penundaan Tokyo 2020 dengan memposting gambar di Twitter tentang dirinya dan Federer mengenakan medali emas ganda putra mereka dari Beijing 2008 disertai dengan pesan "Sampai jumpa di 2021."

Untuk pemain tenis Jepang Kei Nishikori, penundaan itu akan memberinya kesempatan untuk menjadi yang terbaik untuk Olimpiade di kandang sendiri.

"Ini sedikit melegakan bahwa itu bukan pembatalan, dan saya pikir menunda ternyata menjadi solusi yang baik untuk semua pemain," kata Nishikori, yang belum bermain sejak AS Terbuka karena cedera siku, dalam sebuah pesan video di aplikasi resminya.

"Saya sangat senang Olimpiade akan tetap terjadi di Tokyo pada 2021."

Petra Kvitova, yang telah memenangkan Wimbledon dua kali, sedih dengan penundaan tetapi mendukung hal tersebut.

"Daripada kecewa, mari kita berharap untuk membuat Olimpiade 2021 terbaik yang pernah ada di dunia!" katanya. 

Berita Terkait