21 March 2020 12:41 WIB
Oleh : eko

Para Atlet Profesional Dunia Dihantui Ketidakpastian

DITENGAH-TENGAH merebaknya pandemi virus corona, yang mengubah kehidupan sehari-hari dan membuat orang terkurung di dalam rumah.

Para atlet di seluruh dunia terutama para atlet profesional dibuat cemas ketika mereka berjuang untuk mengatasi semua ketidakpastian berbagai turnamen olahraga yang dibatalkan. 

Seperti halnya dengan pemenang Grand Slam 23 kali Serena Williams yang membagi kecemasan di media sosial: "Setiap hal kecil membuat saya benar-benar gila".

 Williams membuat serangkaian video TikTok, di mana ia menggambarkan berlatih menjaga jarak sosial selama dua minggu sejak pembatalan turnamen tenis Indian Wells.

"Satu pembatalan itu mengarah ke pembatalan lainnya dan kemudian menyebabkan semua kegelisahan yang kurasakan.

"Aku hanya gelisah kapan saja ada yang bersin di sekitarku atau batuk."

Sementara miliaran orang di seluruh dunia menderita ketakutan yang sama dengan Williams karena penyebaran virus yang cepat, situasinya juga mengguncang mereka yang berharap untuk bersaing di Olimpiade Tokyo tahun ini.

Ribuan atlet yang akan berlaga di Olimpiade menanti kepastian karena  banyaknya acara kualifikasi di seluruh dunia ditunda atau dibatalkan.

CEO Komite Olimpiade AS (USOPC) Sarah Hirshland mengatakan kepada wartawan pada Jumat bahwa organisasi itu "menggandakan sumber daya kesehatan mental kita" untuk para atletnya, dengan Olimpiade Tokyo akan diadakan sesuai jadwal dari 24 Juli hingga 9 Agustus.

"Kami telah memperluas aksesibilitas sumber daya itu ke kelompok atlet yang lebih luas, dan benar-benar bekerja untuk berkomunikasi dengan mereka untuk memastikan bahwa kami meruntuhkan kekhawatiran apa pun yang mereka miliki tentang menjangkau dukungan kesehatan mental," kata Hirshland.

Pandemik ini juga menghentikan aktifitas para atlet untuk menjalani rutinitas latihan. Bahkan, di beberapa negara menyarankan agar mereka melakukan isolasi sosial dalam upaya membendung penyebaran virus.

Atlet angkat berat AS Katherine Nye sudah mengamankan tiketnya ke Tokyo, meskipun periode kualifikasi olahraganya dikurangi satu bulan, dan mengatakan kepada Reuters bahwa ia terus berlatih. 

"Beberapa orang masih harus bersaing lagi untuk lolos, dan mereka telah kehilangan kesempatan itu sepenuhnya," kata Nye. "Saya benar-benar mengalami banyak kegelisahan karena pandemi, seperti banyak orang di dunia.

"Tidak mudah untuk mengabaikan semua hal mengerikan yang terjadi."

Penyelenggara Olimpiade menghadapi tekanan yang semakin besar untuk menunda Olimpiade pada Jumat, setelah USA Swimming menyerukan penundaan, dengan menyebutkan kekhawatiran para atlet, sebuah sentimen yang banyak diungkapkan oleh para atlet.

"Bagaimana kita bisa terus mempersiapkan semampu kita?" Jess Judd, pelari jarak menengah Inggris menulis di Twitter.

"Akankah seseorang berbagi dengan saya lomba apa yang bisa kita lakukan untuk mendapatkan waktu dan apakah uji coba akan dilanjutkan dan kapan pelatihan dapat kembali normal?"

Berita Terkait