13 March 2020 18:27 WIB
Oleh : eko

IBL Ditunda, Liga Indonesia Tetap Jalan

DIREKTUR PT Liga Indonesia, Cucu Sumantri mengatakan, kompetisi sepak bola baik Liga 1 maupun Liga 2 yang menurut rencana dibuka, Sabtu(14/3) besok di Balikpapan tetap berjalan tanpa penundaan. Itu dikemukakan oleh Cucu Sumantri dalam jumpa pers setelah mengikuti pertemuan dengan Kemenpora dan Kementrian Kesehatan di Gedung Kemenpora, Jumat(13/3). "Pembukaan Liga 2 tetap sesuai jadwal. Setelah pertemuan ini kami akan segera membuat(Standard Operational Procedur) untuk penyelenggaraan Liga dengan melibatkan penonton, pemain, pelatih, perangkat pertandingan, dan semua yang terlibat, " tandanya. Berbeda dengan Liga Basket Indonesia (IBL) penyelenggara menyatakan bahwa faktor keselamatan menjadi alasan utama dihentikannya kompetisi Indonesian Basketball League (IBL) Pertamax 2020 untuk sementara, terkait penyebaran virus corona atau COVID-19 di Tanah Air. Direktur Utama IBL Junas Muradiarsyah di Malang, Jumat, mengatakan bahwa dihentikannya kompetisi musim 2020 tersebut, dilakukan setelah melihat kondisi global dan dalam negeri, terkait penyebaran COVID-19. "Tujuannya hanya satu, keselamatan pemain, ofisial, dan penonton. Kita lihat perkembangan situasi baik di dalam negeri maupun luar negeri, banyak hal yang tidak bisa kita kendalikan," ujar Junas saat memberikan keterangan pers di Malang, Jawa Timur. Junas menjelaskan setelah melakukan pertimbangan mendalam dengan klub, termasuk pihak sponsor, keputusan penghentian sementara IBL 2020, merupakan pilihan yang paling baik untuk saat ini. Menurut Junas, penghentian sementara IBL 2020 tersebut, murni dilakukan untuk menjaga keselamatan khususnya bagi para pemain, baik secara fisik maupun mental. Karena, apa yang terjadi di dunia, secara tidak langsung berdampak pada rasa kekhawatiran pemain. "Ini murni untuk keselamatan pemain, bukan hanya fisik, mental juga harus kita jaga. Namanya manusia, kekhawatiran itu pasti ada dan kita tidak bisa salahkan," ujar Junas. Menurutnya, jika kompetisi tetap dilanjutkan, para pemain dikhawatirkan akan merasa cemas secara berlebihan dan berpengaruh terhadap kualitas pertandingan. Ia tidak menginginkan hal itu terjadi kepada para pemain IBL 2020. "Jika kompetisi harus berjalan, dan ada kekhawatiran yang berlebihan, pada akhirnya akan menurunkan kualitas pertandingan. Jadi lebih baik kita tidak ambil risiko," ujar Junas. Junas mengakui dengan dihentikannya musim 2020 tersebut, akan ada kerugian material maupun nonmaterial. Namun, saat ini, belum bisa dipastikan berapa kerugian secara material akibat diambilnya keputusan untuk menghentikan sementara IBL 2020. "Mungkin ini situasi yang tidak ideal, tapi mudah-mudahan keputusan yang terbaik untuk semua. Kalau kita lihat lebih besar lagi, ke depannya bisa terjadi hal-hal yang tidak diinginkan dengan konsekuensi material dan nonmaterial akan jauh lebih besar," ujar Junas. Pada 13-15 Maret 2020, di Gelanggang Olahraga (GOR) Bima Sakti Kota Malang seharusnya digelar seri ketujuh IBL 2020. Namun, seri tersebut harus dibatalkan untuk mengantisipasi penyebaran COVID-19. Terkait penyebaran COVID-19 di Indonesia, pemerintah menyatakan 34 orang positif terjangkit virus itu dan 12 orang masuk dalam kategori Pasien Dalam Pengawasan (PDP). Hingga saat ini, di Indonesia, lima orang telah dinyatakan sembuh dari COVID-19. Sementara Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) secara resmi menyatakan bahwa COVID-19 merupakan pandemi, karena telah menjangkiti 134.679 orang di 119 negara, dengan 69.142 orang dinyatakan sembuh, dan sebanyak 4.973 meninggal dunia.

Berita Terkait