24 February 2020 11:55 WIB
Oleh : aba

Inilah Sekelumit Kisah di Balik Sukses Tyson Fury

TATKALA Tyson Fury merayakan suksesnya sebagai juara kelas berat dunia dengan menyanyikan lagu `Bye, Bye Miss American Pie`, itu adalah stratosfer yang jauh dari sisi gelap kehidupannya yang menyeretnya pada ucapan selamat tinggal untuk selamanya.

Beberapa pekan sesudah ia mengejurkan dunia dengan mengalahkan Wladimir Klitschko dengan angka pada November 2015, Fury terjerembab pada minuman keras, narkoba, depresi, dan upaya bunuh diri. Ia bahkan sudah memacu Ferrarinya dengan kecepatan 190 mil per jam menuju sebuah jembatan untuk ditabrakkannya.

"Aku benar-benar ingin mati," kata Gypsy King. "Saya putus asa. Tapi, pada saat siap menghantam jembatan, saya dengar suara `jangan lakukan Tyson. Pikirkan anak-anakmu, keluargamu, anak laki-laki dan anak perempuanmu akan tumbuh tanpa ayah'."

Menjadi juara dunia WBA/IBF/WBO/IBO dengan mengalahkan Klitschko, agaknya benar-benar membuat mental Fury berubah. Ia seperti tidak siap dengan kegemilangan itu.

Kasus-kasus yang membelitnya kemudian membuatnya kehilangan semua gelar tanpa bertanding.

Sekitar 18 bulan setelah itu, Fury mencetak prestasi luar biasa. Sempat terjerembab di atas ring di ronde 12 dalam duel melawan Deontay Wolder, Desember 2018, ia mampu bangkit dan kalah secara kontroversial. Duel dinyatakan split draw. Artinya, ia gagal merebut sabuk gelar kelas berat WBC dari tangan Wilder.

Sabtu (22/2) malam, ia kembali naik ring untuk melakoni rematch dengan Wilder. Bursa taruhan bisa dikatakan imbang. Tapi, hampir semua orang menjagokan Wilder. Fury underdog.

Namun, tampil brilian di hadapan penonton yang memadati MGM Grand Garden Arena, Las Vegas, Fury menghentikan Wilder di ronde 7. Wilder yang sebelumnya tak terkalahkan dan hanya menang angka 1 kali sepanjang kariernya, harus terlongo menyadari dirinya sudah kalah dan segala keangkuhannya sirna seperti ditiup angin.

Kemenangan itu, buat Fury, jadi momen menentukan dalam hidupnya.

Fury memang selalu petarung. Ia lahir tiga bulan prematur pada 12 Agustus 1988 –di saat Mike Tyson sedang jaya-jayanya. Ayah dan ibunya yang asal Irlandia, John dan Amber, memberinya nama Tyson, Tyson Luke Fury.

Ia beralih ke pro pada 2008 atau di usia 20. Tiga tahun setelah debutnya, ia menjadi juara British dan Commonweath setelah menang atas Dereck Chsira. Dalam rematch dengan Chisora pada 2014, Fury kembali menang untuk merebut gelar European dan WBO International.

Nama Fury segera mendunia ketika ia menang angka atas Klitschko, November 2015. Bursa taruhan ketika itu 4/1 untuk Klitschko, penguasa kelas berat dalam waktu lama.

Tapi, kemenangan itu membuat dirinya kehilangan control. Ia mabuk-mabukan, mengonsumsi narkoba, bobot badannya membengkak luar biasa. Bicaranya tentang ras, wanita, dan komunitas LGBT menyakitkan –meski kemudian ditariknya kembali. Puncaknya adalah ketika ia coba bunuh diri di jalan bebas hambatan di AS.

Kali ini, ia hampir pasti takkan lagi mabuk kemenangan. Ia memiliki istri cantik bernama Paris yang dinikahinya pada 2008 –ketika ia belum menjadi ternama. Mereka punya lima anak –tiga laki-laki yang diberinya nama Prince, sedangkan dua perempuan masing-masing bernama Venezuela dan Valencia.

Berita Terkait