18 February 2020 20:54 WIB
Oleh : aba

Meski Dalam Status Skorsing IOC, AIBA akan Gelar Piala Dunia Tinju 2020 di Rusia

SETELAH 12 tahun terhenti, Piala Dunia Tinju (Boxing World Cup) akan kembali digelar di Nizhny Novgorod, Rusia.

Proposal pergelaran kembali Piala Dunia Tinju itu disodorkan Umar Kremlev, Sekjen Federasi Tinju Rusia (RBF) dan didukung Exco Asosiasi Tinju Amatir Internasional (AIBA).

Mohamed Moustahsane, Presiden Interim AIBA, percaya event itu akan tetap jalan meski WADA (Agen Antidoping Dunia) memberikan sanksi atas Rusia untuk menggelar-gelar event-event dunia atas ajuan Badan Arbitrase Olahraga Dunia (CAS).

“Saya kira pertandingan ini tak termasuk yang dilarang karena ini bukan Kejuaraan Dunia (World Championship),” kata Moustahsane kepada insidethegames.

Turnamen ini menyediakan hadiah lebih dari 5 juta dolar AS (sekitar Rp68,448 miliar). Peserta diharapkan datang dari 16 negara dengan petinju-petinju berkelas Olimpiade dan petinju pro.

Piala Dunia Tinju awal kali digelar pada 1979 di Madison Square Garden, New York, AS. Pada pertandingan itu, Amerika Serikat mengalahkan Uni Soviet (kini Rusia) di final.

Sistem pertandingan beregu sendiri berlangsung mulai 2002 hingga 2006. Pada edisi perdana hingga 1998 dipertandingkan nomor perseorangan.

Pada 2008, format pertandingan kembali berubah menjadi perseorangan, meski untuk juara umum ditentukan berdasarkan poin-poin para petinju perseorangan.

Setelah 2008, turnamen tak pernah lagi digelar.

Sepanjang 12 edisi pertandingan, Kuba tampil dominan dengan 7 kali jadi juara umum.

AIBA sendiri saat ini masih dalam status skorsing oleh IOC sehingga mereka tidak bisa melaksanakan tanggung jawabnya menggelar Olimpiade Tokyo 2020. Namun, jika Piala Dunia Tinju bisa berjalan, ini akan jadi turnamen andalan mereka tahun ini.

Jika turnamen 2020 sukses, AIBA kemungkinan akan juga menggelar pertandingan untuk petinju putri. Turnamen ini diharapkan bisa menjadi ladang pemasukan bagi AIBA yang kini terlilit utang sebesar 16 juta dolar AS (Rp218,854 miliar).

“Ini masa depan buat AIBA,” tandas Moustahsane. “Turnamen ini akan menarik bagi petinju, televisi, dan sponsor.”

Berita Terkait