17 February 2020 22:38 WIB
Oleh : eko

Steven Musa: Harus Ada Regenerasi Ketum PGSI DKI

Steven Setiabudi Musa (kiri) & Mike Wangge.

STEVEN Setiabudi Musa dipastikan tidak bersedia lagi menjadi Ketua Umum Pengprov PGSI DKI Jakarta masa bakti 2020-2024.

Anggota Komisi B DPRD DKI Jakarta ini ingin memberi kesempatan kepada tokoh lain yang memiliki kepedulian tinggi untuk mengembalikan prestasi gulat DKI Jakarta di tingkat nasional.

"DKI Jakarta ini pernah menjadi barometer gulat nasional. Saya percaya, siapa pun pengganti saya nanti, ia mampu mengembalikan kejayaan gulat DKI Jakarta di tingkat nasional. Momentumnya sedang mendukung,” kata Steven, Senin (17/2). “Kita punya Andika dan beberapa pegulat andal lainnya.”

Steven, Ketum Pengprov PGSI DKI Jakarta periode 2015-2019 yang duduk di Komisi E DPRD DKI Jakarta, berulangkali menegaskan kesiapannya untuk melakukan regenerasi kepemimpinan di otoritas gulat Ibukota.

"Rasanya kurang elok kalau saya memaksakan maju terus, sementara ada figur lain yang kecintaannya pada gulat tidak perlu diragukan lagi," ujar Steven tanpa mengungkap tokoh dimaksud.

Pemilihan pimpinan baru Pengprov PGSI DKI Jakarta periode 2020-2024 akan ditempuh melalui Musprov PGSI DKI yang menurut rencana digelar 27 Februari di GOR Jakarta Timur.

Menuju ajang pemilihan tersebut telah dibentuk tim penjaringan kandidat ketua umum yang diketuai Mike Wangge.

Mike Wangge yang dihubungi terpisah, mengisyaratkan adanya beberapa kandidat yang didukung oleh Pengcab-Pengcab PGSI DKI Jakarta.

Meski belum secara resmi didaftarkan, di antara kandidat tersebut adalah Wa Ode Herlina (anggota Komisi E DPRD DKI Jakarta), Gian Sitorus (anggota TGUPP DKI Jakarta bidang Analis Kebijakan), Subejo (Kepala Pelaksana Harian Badan Penanggulangan Bencana Daerah DKI Jakarta), dan H. Heru Pujihartono (ketua bidang dana Pengprov PGSI DKI Jakarta 2015-2019).

Di antara para kandidat di atas, menurut keterangan, Heru yang paling memiliki jam terbang tinggi dalam pengabdian di bidang olahraga secara umum.

Pemilik perusahaan katering Nendia Primarasa berusia 49 tahun ini sudah berkecimpung di olahraga sejak remaja, sebagai atlet karate.

Ia juga pemilik klub sepakbola Jakarta Matador (JMFC) yang terakhir berkiprah di Divisi I Liga Indonesia 2013. Heru saat ini juga mengemban amanah sebagai manajer tim Bhayangkara U-20, dan tim Bhayangkara putri.

Berita Terkait