27 January 2020 20:54 WIB
Oleh : aba

Pertinjuan Prancis Kembali Menggeliat

Tony Yoka.

PADA era 1970-an, dunia pertinjuan Prancis digairahkan oleh jago-jago seperti Carlos Monzon, Jean Claude Bouttier, Emile Griffith, Bennie Briscoe, Willie Monroe.

Aksi mereka di Palais des Sports di Marseille, selalu menarik peminat tinju negeri itu. Tinju jadi olahraga elite.

Cukup lama tinju Prancis tertidur sampai kemudian kini muncul sejumlah nama yang meramaikan jagat tinju dunia.

Sebut saja nama Arsen Goulamirian (26-0-0, 18 KO), juara kelas penjelajah [90,72kg] WBA. Juga ada juara kelas bantam [53,52kg] WBC Nordine Oubaali (17-0-0, 12 KO).

Di bawahnya ada Yvan Mendy (40-4-1, 22 KO), juara kelas ringan [61,23kg] WBA gold, dan Michel Soro (35-2-1, 24 KO), juara kelas menengah super [76,2kg] WBA gold.

Di bawahnya lagi, ada Souleymane Cissokho (11-0-0, 7 KO), peraih medali Olimpiade dan sangat menjanjikan di kelas welter super [69,85kg]. Lalu ada Rachid Jkitou (28-0-0, 13 KO), yang belum terkalahkan di kelas welter [66,68kg]. Juga Christian Mbili (13-0-0, 9 KO), talenta di kelas menengah super WBA Youth.

Jangan lupakan juga Tony Yoka (7-0-0, 6 KO), petinju kelas berat dan juara Olimpiade Rio 2016. Ia menjadi petinju kesayangan di saluran TV Canal+.

Berita Terkait