27 January 2020 11:13 WIB
Oleh : aba

Pemprov DKI Jakarta Siap Dukung Maen Pukulan Betawi

PEMERINTAH Provinsi DKI Jakarta, seperti dikatakan Kepala Dinas Kebudayaan Iwan Henry Wardhana, siap mendukung langkah-langkah para pendekar Betawi untuk memajukan silat di Jakarta.

Hal itu dikatakan Iwan ketika tampil sebagai pembicara dalam diskusi‘Pencak Silat Betawi Setelah Ditetapkan Sebagai Warisan Budaya Takbenda (WBTb) Dunia oleh UNESCO’.

UNESCO menetapkan Pencak Silat Indonesia sebagai Warisan Budaya Takbenda (WBTb) pada Desember 2019.

“Saya usulkan agar forum diskusi seperti ini digelar secara rutin dan berpindah-pindah tempatnya. Dinas Kebudayaan DKI Jakarta siap memfasilitasi,” kata Iwan yang baru saja dilantik sebagai pejabat baru di Dinas Kebudayaan Jakarta. “Kalau tidak memberikan fasilitas, kebangetan,” tandasnya dalam diskusi yang digelar komunitas Betawi Kita secara lesehan di selasar Graha Bhakti Budaya Taman Ismail Marzuki, Minggu (26/1).

Acara yang dipandu moderator Ketua Umum Betawi Kita dan Sikumbang Tenabang Roni Adi, berjalan lancar dan guyub. Seluruh narasumber yang diundang hadir: ada Mpok Dr Gres Grasia Azmin, peneliti silat Betawi; ada Bang Yusron Sjarief, ketua bidang komunikasi Lembaga Kebudayaan Betawi’; dan Bang Iwan Henry Wardhana, Kepala Dinas Kebudayaan DKI Jakarta.

Peserta diskusi juga terbilang beragam. Hadir dedengkot-dedengkot silat Betawi. Ada Babeh Sanusi (Uci) dari Pusaka Djakarta yang masih nampak gagah di usia 92 tahun. Juga Bang H Basir Bustomi dari Red Beksi, Bang H Bachtiar (Sanggar Si Pitung aliran Cingkrik), Babeh Nasri (Langkah Troktok), Bang H Hasan (Cacang) Basri (Gerak Rasa Sanalika).

Dari diskusi itu, yang nampak mencuat adalah keinginan Babeh Uci agar Indonesia punya Sekolah Silat Indonesia. “Capek saya kalau cuman begini-begini terus. Kita kalau bergerak jangan nanggung. Bikin Sekolah Silat Indonesia,” kata Babeh Uci yang lebih suka menyebut pencak silat sebagai Maen Pukulan.

Keinginan Babeh Uci yang juga dikenal sebagai koreografer film-film laga Indonesia, termasuk Si Pitung, itu disambut Bang H Basir Bustomi dan Bang H Bachtiar serta Babeh Nasri.

Dari ketiga tokoh maen pukulan Betawi ini, terekam keinginan agar Indonesia, khususnya di Jakarta, ada Padepokan Pencak Silat Tradisi tempat para pendekar silat tradisi bisa berkumpul, berembuk, dan bicara mengenai kemajuan persilatan Indonesia, khususnya Betawi.

Di kawasan Cibubur memang ada Padepokan Pencak Silat, namun itu milik PB IPSI dan lebih berorientasi pada pencak silat prestasi. “Orientasinya medali,” kata Bang H Basir. “Padahal silat bukan cuman sekedar medali. Ada nilai-nilai akhlak dan yang lainnya yang perlu dikembangkan.”

Bang H Basir juga mengingatkan agar Pemprov DKI Jakarta ikut membantu merealisasikan kesejahteraan para pegiat silat Betawi. “Selama ini mungkin ada, tapi kan nggak nyampe ke bawah, ke grassroot,” ujarnya.

Babeh Nasri mendukung harapan Bang H Basir soal kesejahteraan para pentolan pendekar Betawi. Selama ini mereka bergerak memassalkan silat dari kampung ke kampung dengan modal sendiri. Apa salahnya jika Pemprov DKI Jakarta ikut mensejahteraan mereka sekaligus agar upaya pemassalan pencak silat bisa lebih lancar.

Berita Terkait