20 January 2020 08:54 WIB
Oleh : aba

Juergen Klopp Memang Maestro Jempolan

JUERGEN Klopp tak hanya memiliki pemain bertalenta tinggi, tapi juga kerja kolektif yang tak bisa ditandingi.

Merebut 64 poin dari kemungkinan 66 (1 kali bermain seri), 91 dari 93 yang tersedia hingga akhir musim. Jika melihat sepak terjang Mohamed Salah dan kawan-kawan sejauh ini, angka-angka itu bisa jadi bukan hanya di atas kertas.

Liverpool punya kemampuan untuk meraihnya. Sekaligus merebut gelar perdana setelah selama 30 tahun puasa.

Tapi, bukan sesuatu yang tidak mungkin ke depannya terjadi hal-hal di luar dugaan. Lelah mental dan bosan karena menang terus, misalnya. Tidak ada yang bebas tekanan di liga paling kompetitf di dunia ini.

Liverpool baru saja memenangkan pertandingan penting tadi malam, Minggu (19/1). Mereka melibas Manchester United dengan skor 2-0 melalui gol Virgil van Dijk dan Salah.

Tapi, bukan keunggulan yang mudah juga. Gol van Dijk di menit 14 baru ditambah Salah di akhir pertandingan.

Secara umum, Liverpool harus bekerja cukup keras, sangat keras untuk menjaga keunggulan, atau mengejar ketertinggalan. Hampir tak pernah ada masa di mana Liverpool bertanding dengan nyaman, kecuali mungkin pertandingan melawan Everton (5-2) dan Leicester City (4-0 bahkan di kandang lawan).

Tapi, secara umum juga, Klopp maestro dalam cara keluar dari masalah. Seperti ketika mereka menang 1-0 di kandang Tottenham Hotspur, dan kala melibas Man-U. Terlihat bagaimana Klopp tak hanya piawai membangun tim elit dalam level keterampilan dan kecerdasan taktis, tetapi juga dalam kebugaran dan upaya kolektif.

Liverpool memukau dengan kecepatan dan kualitas teknis, tetapi mereka juga merupakan kumpulan pemain yang mencangkokkan kemampuan satu sama lain ke tingkat yang hampir tak tertandingi tim lain.

Itu dilambangkan oleh fakta bahwa tiga bomber Liverpool: Sadio Mane, Salah, dan Roberto Firmino memenangkan 20 duel antara mereka melawan United.

Itu dimulai dari depan, dan menembus melalui kedua sisi, dengan Alex Oxlade-Chamberlain, Gini Wijnaldum, dan Jordan Henderson memenangkan 25 duel di antara mereka, unggul lebih dari enam lebih dari empat pemain lini tengah United.

Tak berarti Liverpool sempurna, tanpa cela, tanpa cacat. Tapi, di situlah indahnya sepakbola.

Berita Terkait