03 December 2019 08:31 WIB
Oleh : aba

[Ruiz Jr vs Joshua 2] Ruiz Ancam Jatuhkan Joshua di Bawah Ronde 7

SUHU duel rematch antara Andy Ruiz Jr dan Anthony Joshua makin mendidih. Kedua kubu sama-sama yakin menang. Joshua yakin bisa merebut kembali sabuk gelar WBA/IBF/WBO/IBO yang dirampas Ruiz di New York, Juni lalu, melalui kekalahan TKO ronde 7.

Kali ini, di duel mereka di Diriyah Arena, sebelah barat laut Arab Saudi , Sabtu (7/12), Ruiz mengancam Joshua bakal memenangkan duel lebih cepat.

The Destroyer, julukan Ruiz, yakin Joshua akan lebih berhati-hati kali ini. Ia pasti tak ingin mengalami empat kali jatuh seperti di duel pertama mereka yang eksplosif.

“Saya kira ia akan seperti itu,” ujar Ruiz Jr. “Tapi, kalau ia menginginkan duel keras, itu lebih bagus buat saya. Saya senang bag-bug-bag-bug karena petinju seperti itulah saya. Tanggal 7 Desember kami akan menekan, mencecar tubuh, menjatuhkannya. Khususnya mentalnya.”

“Kita akan lihat bagaimana ia nanti karena tekanan ada pada dirinya. Tekanan bukan pada saya karena saya mengikuti mimpi saya, mewujudkan impian saya. Pasti saya inginkan duel lebih berat, saya mencari legasi Andy Ruiz Jr.”

Ruiz juga mengakui lawan-lawan sparing-nya adalah petinju-petinju licin untuk mengantisipasi kemungkinan-kemungkinan strategi aneh yang diterapkan Joshua.

“Satu pukulan akan mengubah pertarungan. Itu yang terjadi pada 1 Juni. Kali ini mungkin lebih berat dibandingkan yang pertama. Saya akan perlihatkan skill dan bakat saya.”

Sepanjang kariernya, Ruiz baru satu kali kalah. Itu dari Joseph Parker pada 2016 –Parker sendiri dikalahkan Joshua. Ruiz menegaskan, gaya bertarungnya tetap jadi masalah bagi Joshua.

“Khususnya karena saya lebih pendek. Saya kira ia tak suka bertarung dengan gaya seperti saya, petinju lebih pendek yang terus menekan dan cukup licin. Begitu ia melontarkan pukulan, saya akan langsung membalasnya dengan lebih banyak pukulan.”

“Ada yang bertanya, siapa petinju yang lebih suka saya hadapi: Joshua, Deontay Wilder, atau Tyson Fury? Selalu saya jawab Joshua karena gayanya itu. Gaya menentukan pertarungan. Gayanya sempurna untuk saya menjadi juara dunia unifikasi.”

Berita Terkait