15 November 2019 22:06 WIB
Oleh : eko

Tertutup Kesempatan Novendra Raih Norma GM

TERTUTUP sudah impian Iinternational Master (IM) Novendra  Priasmoro untuk meraih norma Grand Master (GM) setelah ditahan remis oleh GM asal Vietnam, Nguyen Anh Dung pada babak keempat Dwi Tarung Internasional Jakarta Open Chess FIDE Rated 2019 yang digelar, Jumat (15/11).

Dengan satu babak tersisa yang digelar Sabtu (16/11) tidak cukup bagi Novendra  untuk memenuhi syarat norma GM setelah baru mengumpulkan satu kemenangan, tiga kali remis, dan sekali kalah dari Anh Dung.

Tampil menawan di babak pertama yang digelar, Selasa (12/11) lalu, Novendra yang memegang bidak putih, mampu mengalahkan Anh Dung pada langkah ke-32. Sayang, kesuksesan itu tidak berlanjut pada dua babak selanjutnya yang digelar Rabu (13/11) kemarin. "Mungkin karena And Dung masih jet lag habis terbang dari Vietnam pada babak pertama, sehingga saya bisa mengalahkan dia dengan waktu yang cukup singkat," ungkap Novendra mereview performanya pada babak pertama.

Sayang, kemenangan itu tidak berlanjut pada babak kedua. Novendra yang memegang bidak hitam, dipaksa bermain remis oleh Anh Dung sebelum akhirnya kalah pada babak ketiga. "Iya, sempat mempengaruhi mental saya sedikit setelah kekalahan itu. Tapi yang pasti saya tetap; berjuang untuk memperbaiki performa saya. Namun mungkin karena saya terlalu terburu-buru dan sedikit nafsu, akhirnya saya kalah," lanjut pecatur andalan Indonesia yang juga bakal berlaga di SEA Games 2019 Filipina mendatang.

Namun kondisi tersebut kembali berlanjut pada babak keempat yang digelar Jumat (15/11) kemarin. Novendra yang kembali mengawali langkah dengan bidak hitam, harus berjuang keras untuk menahan Anh Dung dengan hasil remis. "Sayang sekali karena ini merupakan kesempatan terakhir buat saya. Saya minta maaf karena terus terang, pengalaman tidak bisa dibohongi. Meskipun Fide Ratednya jauh berada di bawah saya, tapi Anh Dung lebih berpengalaman dari pada saya," ungkap Novendra.

Dengan hasil itu, impian Novendra untuk meraih norma GM sudah dipastikan gagal. Meski masih menyisahkan satu babak lagi yang akan digelar, Sabtu (16/11), apa pun hasilnya tidak cukup untuk meningkatkan elo rating FIDE menjadi 2500, syarat meraih norma GM. Ia pun berharap masih mendapat kesempatan untuk kembali menggapai impiannya tersebut pada ajang selanjutnya di Gilbatar Open yang akan digelar pertengahan Januari 2020 mendatang. "Saya belum tahu apakah nanti saya akan turun di sana atau tidak," tandasnya.

Keikutsertaan Novendra pada ajang selanjutnya, hanya akan bisa dipastikan jika PT United Tractors (UT) kembali memfasilitasi dirinya untuk berlaga di ajang tersebut.

"Saya berharap kegagalan ini bisa menjadi pelajaran bagi saya untuk tidak lagi menyia-nyiakan kesempatan untuk meraih norma GM. Mudah-mudahan saya kembali bisa bermain pada Gilbaltar Open tahun depan," tuntas Novendra yang tercatat sudah dua kali gagal memenuhi impiannya meraih norma GM sejak akhir tahun 2018 lalu. 

Berita Terkait